Nosel.id Jakarta- Savea akrab disapa Save, lahir dan tumbuh di Lamongan, Jawa Timur. Masa kecilnya tidak sepenuhnya dipenuhi kenangan manis.
Hidup menuntutnya untuk kuat sejak dini, berjuang dalam keadaan yang tak selalu mudah.
Namun di balik kerasnya perjalanan itu, Savea menemukan rumah yang sesungguhnya dalam pelukan kakek dan neneknya.
Dari merekalah ia belajar arti disiplin, keteguhan, dan cinta yang tak pernah bersyarat.
Didikan mereka membentuk Save menjadi pribadi yang siap menghadapi hidup. Hidup yang ia sadari sejak awal tidak selalu berjalan lurus dan lancar.
Hingga hari ini, kasih dan cinta itu tetap mengalir, menjadi fondasi terkuat dalam langkahnya.
Perjalanan karier Save dimulai dari dunia modeling.
Sejak 2019, ia telah mengenal kerasnya industri tersebut, penuh persaingan, tuntutan, dan fase jatuh bangun yang tidak sedikit.

Pada akhirnya, ia memilih berhenti dan mencari arah baru.
Keputusan besar itu membawanya masuk ke dunia host live pada tahun 2023.
Di sinilah Save benar-benar belajar tentang kerja, konsistensi, dan keberanian tampil apa adanya di depan kamera.
Ia bukan pribadi yang pemalu; justru dunia ini membuatnya merasa hidup.
Save menikmati prosesnya, belajar dari hari ke hari, sambil terus menanamkan satu kalimat sederhana dalam dirinya:
“Terus saja berjalan, jangan berhenti.”
Kini, Save menjalani karier yang sejalan dengan passion-nya. Ia mencintai apa yang ia lakukan.
Namun di balik senyum dan wajah bahagia yang sering ia tampilkan, ada kejujuran yang ia akui, bahwa tidak selamanya hidup berjalan sesuai rencana.
Ada kalanya ia harus tampak kuat meski hatinya lelah.
Ada saat di mana kebahagiaan harus diperankan, bukan dirasakan sepenuhnya.
Tapi bagi Save, itu bukan kebohongan yang melemahkan, melainkan cara untuk tetap bertahan.
Menatap penghujung tahun 2025, Save memilih untuk tidak menyerah. Ia yakin semangatnya tidak akan putus.
Jika masih ada rencana yang gagal tahun ini, maka 2026 adalah waktu untuk mengejarnya kembali.
Baginya, menyerah bukan pilihan, berjalan pelan pun tak apa, asalkan tidak berhenti.
Save percaya, badai pasti berlalu. Entah benar-benar pergi atau hanya berlalu-lalang. Jika badai berlalu, mungkin akan hadir pelangi.

Jika badai datang dan pergi silih berganti, itu pun tak apa. Yang terpenting, ia tahu bahwa setiap badai selalu punya akhir.
Bisa jadi berakhir dengan badai lain, bisa juga dengan pelangi. Namun satu hal yang pasti: setiap ujungnya akan berbeda.
Dan Save memilih untuk tetap menjalani semuanya, dengan keyakinan bahwa apa pun badai yang datang hari ini atau nanti, akan selalu ada akhir.
Dan di sanalah, ia akan tetap berdiri.
Source image: save














