S Widya Ariany: Berlari, Bertanggung Jawab, dan Bertumbuh

Nosel.id Jakarta- Lahir dan tumbuh di Kota Jepara, kota ukir yang berada di ujung utara Pulau Jawa S Widya Ariany dibesarkan dalam lingkungan keluarga yang hangat, namun penuh ketegasan nilai.

Ketegasan yang bukan soal kekerasan, melainkan tentang tanggung jawab.

Sejak kecil, ia diajarkan satu prinsip penting: setiap keputusan harus dipikirkan matang, dan setiap langkah harus siap dipertanggungjawabkan sendiri.

Meski tumbuh di keluarga yang berkecukupan dengan orang tua yang lengkap, Widya tak pernah dimanjakan.

Orang tuanya menanamkan nilai kemandirian dengan kalimat sederhana namun membekas,

Apa yang kamu inginkan, usahakan sendiri.” Nilai lain yang tak kalah kuat adalah tentang kebaikan berbuat baik tanpa berharap balasan.

Baginya, ketika kebaikan dilakukan dengan tulus, semesta selalu punya cara sendiri untuk membalasnya, sering kali jauh lebih indah dari yang dibayangkan.

Saat ini, Widya menjalani peran sebagai seorang Aparatur Sipil Negara (ASN).

Di tengah rutinitas dan tanggung jawab pekerjaan, ia menemukan ruang untuk bertumbuh lewat olahraga lari.

Awalnya sederhana: keinginan untuk menurunkan berat badan. Namun dari langkah-langkah kecil itu, ia justru menemukan lebih dari sekadar perubahan fisik.

Berlari mempertemukannya dengan banyak orang dari beragam latar belakang, membuka jejaring pertemanan baru, sekaligus menghadirkan rasa kebersamaan.

Lebih dari itu, lari mengajarkannya disiplin dan konsistensi.

Latihan terprogram dijalani lima kali dalam seminggu, dan setiap progres sekecil apa pun selalu memberi rasa bahagia dan kepuasan tersendiri.

Sejumlah event lari telah ia ikuti, mulai dari Borobudur Marathon, Jakarta International Marathon (BTN Jakim), Semarang 10K, Mangkunegaran Run, Auror Run, Sibakul Sport Fest, hingga Tugu Muda Marathon.

Tak hanya sebagai peserta, Widya juga dipercaya menjadi pacer di berbagai event seperti Jeparundise 2024–2025, Ukirun 2025, dan LunaGEn Z, sebuah pengalaman yang semakin menguatkan kecintaannya pada dunia lari.

Bagi Widya, berlari bukan sekadar olahraga, tetapi sarana menjaga kesehatan fisik dan mental.

Ia berharap, lewat konsistensi ini, lari bisa terus memberi dampak positif dalam hidupnya.

Ia juga menyimpan harapan sederhana namun realistis: suatu hari bisa dilirik oleh brand, agar kesempatan mengikuti race tak lagi terkendala sulitnya “war tiket” lomba lari yang kini semakin ketat.

Di tengah perannya sebagai ASN, Widya percaya bahwa menjaga kesehatan dan terus berprogres adalah bentuk tanggung jawab terhadap diri sendiri.

Nilai-nilai yang ia pelajari dari berlari disiplin, konsistensi, dan kesabaran ia bawa pula dalam pekerjaan dan kehidupan sehari-hari.

Semoga kita semua terus bergerak maju,” pesannya,
step by step.

 

 

Source image: widya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *