Robiah Al Adawiyah, Semoga Langkah Hari Ini Membawa Lebih Dekat Ke Versi Terbaik Diri Sendiri.”

Nosel.id Jakarta- Di sudut barat Sumatera Selatan, berdirilah sebuah kota yang selalu meninggalkan rindu: Lubuklinggau.

Kota ini bukan hanya tempat lahir dan besar Robiah Al Adawiyah atau disapa Ara ini. tetapi juga ruang yang membentuk cara pandangnya tentang hidup.

Vibes-nya pas banget,” begitu ia menggambarkan kampung halamannya ramai tapi tetap nyaman, hidup tapi tak pernah terasa sesak.

Dengan banyaknya tempat nongkrong, kuliner yang menggoda, dan spot foto yang estetik, Lubuklinggau selalu punya caranya sendiri membuat siapa pun betah.

Ikon utamanya, Air Terjun Temam sering dijuluki Niagara mini menjadi saksi banyak kenangan masa kecil Ara yang melekat sampai sekarang.

Dibalik senyum hangatnya, Ara menjalani hari-hari sebagai pekerja aktif yang tetap memprioritaskan keluarga.

Meski terlihat sering menghabiskan waktu bersama orang-orang terdekat, sebenarnya ia tetap bekerja seperti biasa, menavigasi waktu dengan bijak agar semua peran bisa berjalan berdampingan.

Di luar itu, Ara juga berprofesi sebagai guru Bahasa Inggris di salah satu sekolah negeri di Rejang Lebong.

Ruang kelas menjadi tempatnya berbagi ilmu, membangun mimpi, sekaligus belajar hal baru dari para siswanya setiap hari.

Menariknya, meski aktivitasnya kerap dilihat publik, Ara tidak pernah menargetkan diri untuk menjadi seorang influencer.

Ia hanya membagikan potongan hidupnya secara natural tentang keluarga, pekerjaan, hal positif sehari-hari tanpa ambisi untuk viral.

Namun ketika banyak orang merasa terinspirasi oleh apa yang ia lakukan, ia hanya tersenyum dan berbisik, “Alhamdulillah… ikut happy.”

Perjalanan sebagai figur yang dilihat banyak orang tentu memiliki dua sisi.

Ada rasa bahagia ketika bisa memberi dampak positif, memperluas pertemanan, dan membuat orang-orang terdekat bangga.

Tapi ada pula sisi yang tak selalu terlihat: privasi yang berkurang, komentar kurang menyenangkan, hingga ekspektasi publik yang terkadang terlalu tinggi.

Ara mengakui, ada momen ketika ia harus tampak kuat meski dirinya sedang letih.

Pada akhirnya, kita juga manusia yang masih belajar,” tuturnya, menunjukkan kerendahan hati yang justru membuatnya semakin disukai.

Dibalik semua proses itu, Ara menyimpan doa yang sederhana namun penuh makna: ia berharap setiap aspek kehidupan keluarga, karier, ekonomi, kesehatan, hingga hubungan sosial selalu diberi jalan terbaik.

Ia ingin semuanya tumbuh, stabil, dan membawa bahagia.

Semoga kita semua dikuatkan, dilapangkan, dan dipertemukan dengan hal-hal baik setiap hari,” ucapnya lirih.

Dan untuk siapa pun yang membaca kisahnya, Ara menitipkan satu pesan:

Semoga langkahmu hari ini membawa kamu lebih dekat ke versi terbaik dirimu sendiri.”

 

 

Source image: Ara

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *