Rika Fadilah: Menemukan Makna Bertumbuh dari Kota Kecil Cimahi

Nosel.id Jakarta- Rika Fadilah lahir dan besar di Kota Cimahi, sebuah kota kecil yang berada di antara Kota Bandung dan Kabupaten Bandung Barat.

Meski ukurannya tidak sebesar kota-kota di sekitarnya, Cimahi memiliki cerita tersendiri bagi Rika. Kota ini menjadi ruang pertama yang membentuk cara pandangnya terhadap kehidupan.

Saking kecilnya kota itu, Rika sering kali harus bepergian ke Bandung atau ke wilayah Kabupaten Bandung Barat untuk berbagai aktivitas.

Namun justru dari lingkungan sederhana di sekitar rumahnya yang memiliki lapangan tempat orang berkumpul, deretan toko pakaian di pusat kota, kedai-kedai kopi, hingga para pedagang kaki lima yang setiap hari berjualan Rika tumbuh menjadi pribadi yang terbuka dan penuh rasa ingin tahu.

Interaksi dengan banyak orang dan suasana yang hidup membuatnya menjadi sosok yang cukup ekstrovert. Ia merasa bahagia ketika bertemu orang baru, mencoba pengalaman baru, dan menjalani berbagai aktivitas yang menyenangkan.

Meski begitu, Rika juga menyadari bahwa setiap orang memiliki batas energinya sendiri. Ada kalanya ia merasa kehabisan “social battery” dan membutuhkan waktu untuk kembali menenangkan diri.

Saat ini, Rika sedang menempuh pendidikan di salah satu institusi kesehatan di Bandung dengan profesi keperawatan. Perjalanannya sebagai calon tenaga kesehatan menuntut dedikasi dan kesungguhan yang besar.

Kesibukannya belakangan ini diisi dengan berbagai praktik klinis, berpindah dari satu rumah sakit ke rumah sakit lainnya, sebagai bagian dari proses menyelesaikan tugas akhir studinya.

Di tengah jadwal yang padat dan tuntutan akademik yang tidak ringan, Rika tetap berusaha memberi ruang bagi dirinya sendiri.

Ia percaya bahwa menjaga keseimbangan hidup adalah hal yang penting. Karena itu, ia menyempatkan waktu untuk melakukan berbagai aktivitas yang membuatnya merasa hidup dan bahagia.

Yoga, berlari tanpa mengejar kecepatan, berenang, weight lifting, bermain badminton, hingga memasak menjadi cara baginya untuk mengisi energi kembali.

Selain itu, ia juga menikmati waktu sederhana seperti hang out bersama teman-teman atau mencoba berbagai kuliner baru. Baginya, hal-hal kecil seperti itu adalah bentuk sederhana dari merawat diri.

Dalam proses bertumbuh, Rika juga jujur mengakui bahwa ia masih terus belajar dalam banyak hal, termasuk dalam mengelola keuangan.

Ia merasa belum sepenuhnya disiplin dalam menabung. Namun ia memandang hal tersebut bukan sebagai kekurangan yang harus disesali, melainkan sebagai bagian dari proses belajar yang sedang ia jalani.

Dengan kemauan untuk terus memperbaiki diri, Rika yakin suatu saat ia akan menemukan cara terbaik untuk mengelola keuangannya dengan lebih bijak di usia yang masih muda ini.

Bagi Rika, kehidupan bukan hanya tentang pencapaian, tetapi juga tentang ketenangan batin. Ia memiliki harapan sederhana namun penuh makna: agar setiap orang di sekitarnya dapat menemukan kedamaian dalam dirinya masing-masing.

Sebab menurutnya, ketika seseorang memiliki jiwa yang tenang, selalu akan ada jalan untuk menghadapi setiap persoalan hidup—bahkan untuk hal-hal yang berada di luar kendali kita.

Di akhir ceritanya, Rika membagikan pesan singkat yang menjadi prinsip hidupnya:

Love yourself and try to learn whatever you have.”

Sebuah pengingat sederhana bahwa mencintai diri sendiri dan terus belajar dari setiap pengalaman adalah langkah penting dalam perjalanan menjadi manusia yang lebih baik.

 

 

Source image: rika