Nosel.id Jakarta- Rambu Danga lahir dan besar di Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur, sebuah tanah yang ia kenal bukan hanya karena keindahan alamnya, tetapi juga karena hangatnya nilai toleransi yang hidup di tengah masyarakatnya.
Dari sana, Rambu belajar tentang hidup berdampingan, tentang menghargai perbedaan, dan tentang menemukan kedamaian dalam kesederhanaan.
Sejak kecil, ia memiliki cita-cita menjadi seorang polisi wanita. Sebuah impian yang tumbuh bersama harapan untuk mengabdi dan memberi makna bagi banyak orang.
Namun, hidup membawa Rambu pada jalan yang tidak pernah ia duga sebelumnya. Setelah menyelesaikan pendidikan, ia memilih untuk berserah dalam doa, meminta agar Tuhan Yesus menunjukkan jalan yang sesuai dengan rencana-Nya.
Dan dari sanalah, pintu baru terbuka. Rambu dipercaya untuk berkarya di dunia perbankan.
Bagi sebagian orang, perubahan arah mungkin terasa sebagai kehilangan.
Tapi tidak bagi Rambu. Ia justru melihatnya sebagai bagian dari perjalanan iman.

Bahwa tidak semua yang kita rencanakan adalah yang terbaik, dan tidak semua yang terjadi di luar rencana adalah kesalahan.
Ada tangan Tuhan yang bekerja dalam diam, menuntun ke tempat yang mungkin belum pernah kita bayangkan sebelumnya.
Dalam perjalanannya, Rambu merasakan banyak hal yang ia syukuri. Pekerjaannya membawanya ke berbagai provinsi setiap tahun, mempertemukannya dengan banyak orang hebat, dan membuka wawasannya tentang dunia yang lebih luas.
Setiap pertemuan menjadi pelajaran, setiap perjalanan menjadi pengingat bahwa hidup selalu punya cara untuk memperkaya jiwa.
Menariknya, ketika ditanya tentang duka, Rambu memilih untuk melihat hidup dari sisi terang. Bukan karena hidupnya tanpa tantangan, tetapi karena ia memilih untuk bersyukur dalam segala hal.
Baginya, rasa syukur bukan sekadar reaksi saat semuanya berjalan baik, melainkan sikap yang dijaga bahkan di tengah pergumulan.
Harapannya sederhana namun penuh makna: agar ia dan keluarganya senantiasa diberkati, didekatkan dengan hal-hal baik, dan selalu dibukakan jalan dalam setiap tantangan hidup.
Ia percaya, selama tetap berjalan bersama Tuhan, tidak ada langkah yang benar-benar sia-sia.

Rambu memegang satu pesan yang menjadi kekuatan dalam hidupnya:
Jangan pernah berhenti berdoa, dalam kondisi apa pun. Karena ketika doa dipanjatkan dengan iman dan kepercayaan, selalu ada ketenangan yang menyertai dan keyakinan bahwa pada akhirnya, semuanya akan baik-baik saja.
Source image: rambu






