Nosel.id Jakarta- Qorry lahir dan besar di Kota Bengkulu. Sebuah kota pesisir yang tidak pernah benar-benar riuh, namun selalu memberi ruang untuk bernapas.
Bagi Qorry, Pantai Panjang bukan sekadar destinasi wisata, tapi adalah tempat ternyaman, ruang sunyi untuk berpikir, bermimpi, dan berdamai dengan diri sendiri.
Di sanalah banyak harapan pernah dititipkan pada debur ombak dan angin laut yang setia menemani.
Musik adalah bagian tak terpisahkan dari hidupnya. Dari sanalah Qorry belajar tentang rasa, proses, dan pertemuan dengan banyak manusia.
Musik membuka pintu relasi, mempertemukannya dengan berbagai latar belakang, dan membentuk cara pandangnya terhadap dunia.
Namun, seperti hidup itu sendiri, tidak semua jalan bisa ditempuh bersamaan.
Awal tahun 2023 menjadi titik balik besar. Qorry mengambil keputusan yang tidak mudah: meninggalkan dunia musik di Bengkulu untuk sementara waktu, demi fokus mempersiapkan diri menghadapi SIMAK UI Pascasarjana.
Sebuah pilihan yang menuntut pengorbanan meninggalkan zona nyaman, ritme yang dicintai, dan identitas yang telah lama melekat. Setelah dinyatakan lolos, fokus itu semakin dipertegas.
Pendidikan menjadi prioritas, masa depan ditata dengan lebih terstruktur.
Meski demikian, Qorry tidak pernah benar-benar meninggalkan musik.
Musik tetap hidup sebagai jiwa, sebagai energi yang membentuk cara ia berjalan.

Dunia kesos dan kreativitas tetap menjadi tujuan jangka panjang, bukan sebagai pelarian, melainkan sebagai ruang kontribusi.
Ia percaya bahwa mimpi tidak harus ditinggalkan, hanya perlu menunggu waktu yang tepat untuk tumbuh kembali dalam bentuk yang lebih matang.
Perjalanan ini tentu tidak selalu mudah. Ada banyak suka, terutama saat relasi terbangun dari dunia musik, ikatan yang lahir dari kejujuran ekspresi dan proses yang panjang.
Namun ada pula duka: saat usaha dan pilihan hidup dipandang sebelah mata, ketika arah yang dipilih tidak selalu dipahami oleh semua orang.
Tapi dari situlah Qorry belajar bahwa validasi terpenting bukan datang dari luar, melainkan dari keyakinan pada proses yang sedang dijalani.
Bagi Qorry, harapan adalah sesuatu yang tidak boleh hilang, seberapa pun berat jalannya.
Bermimpi bukan hal yang perlu ditakuti, karena mimpi adalah kompas, ia mungkin tidak selalu menunjukkan jalan tercepat, tapi selalu mengingatkan ke mana arah pulang.

Ia memegang satu keyakinan sederhana namun dalam:
You are allowed to outgrow versions of yourself you once needed. Trust the process, especially when it feels ordinary.
Sebab tumbuh tidak selalu terasa spektakuler.
Kadang ia hadir dalam keputusan sunyi, pengorbanan yang tidak dirayakan, dan hari-hari biasa yang justru membentuk masa depan luar biasa.
Source image: Qorry












