Nosel.id Jakarta- Hidup tidak selalu memberikan ruang untuk menetap. Itulah yang dialami Putri Kharismadani, perempuan yang kini berdomisili di Pekanbaru, Riau.
Sebuah kota yang identik dengan panasnya cuaca dan minimnya destinasi wisata.
Namun baginya, Pekanbaru bukan sekadar tempat tinggal. Ia adalah persinggahan panjang setelah masa kecil yang penuh perpindahan.
Orang tuanya yang nomaden membuat Putri tumbuh dengan kebiasaan berpindah-pindah kota sejak kecil.
Tidak ada satu tempat yang benar-benar bisa ia sebut “kampung halaman”.
Tapi justru dari perjalanan panjang itu, ia belajar satu hal penting: rumah bukan soal lokasi, melainkan tentang keteguhan hati dan kemampuan untuk beradaptasi.
Putri menempuh pendidikan psikologi di sebuah kampus swasta di Yogyakarta—kota yang hangat, ramah, dan penuh ruang untuk tumbuh.
Sebelum wisuda, ia sudah bekerja sebagai pegawai kontrak proyek.
Dunia kerja mempertemukannya dengan banyak karakter manusia, memberi perspektif baru bahwa memahami diri sama pentingnya dengan memahami orang lain.
Setelah kontraknya selesai, Putri memutuskan untuk menepi sejenak dari hiruk pikuk.

Ia mulai traveling kecil-kecilan, hanya di sekitar Jawa dan Sumatera. Tidak jauh, tidak mahal, tetapi cukup untuk membuat pikirannya kembali utuh.
Setiap kota yang ia kunjungi memberinya rasa tenang.
Ada yang menenangkan lewat alamnya, ada yang mengajarkan lewat keramahan warganya, ada pula yang membuatnya merasa pulang meski ia hanya singgah sebentar.
Saat ini Putri bekerja sebagai sekretaris di sebuah perusahaan.
Ia menikmati ritme pekerjaannya: menghasilkan uang sendiri, menabung, membeli apa pun tanpa merepotkan siapa pun. Sebuah pencapaian yang tidak semua orang berani perjuangkan.
Namun di balik rasa syukur itu, ada ruang rindu yang tidak pernah kosong.
Merantau membuatnya jauh dari keluarga dan adik-adiknya.
Orang-orang yang menjadi alasan utamanya untuk bertahan dan terus berjalan. Setiap lelah, ingat keluarganya, Putri kembali menemukan kekuatan.
Putri tidak ingin hidupnya berakhir biasa saja. Ia ingin menjadi pribadi yang sukses namun tetap rendah hati.
Ia mendoakan kesehatan dan kebahagiaan keluarganya di rumah, sambil terus membangun jalannya sendiri di perantauan.
Dan di tengah perjalanan menuju mimpi, ia selalu berpegang pada pesan untuk dirinya sendiri, pesan yang kini juga bisa menjadi pengingat bagi banyak orang:
“Bilang ke diri sendiri bahwa semuanya akan baik-baik aja, ini perkara waktu.
Tidak ada masalah yang tidak ada jalan keluarnya.
Jangan pernah putus asa di jalan yang Tuhan sudah atur nikmatnya.”
Narasi Putri adalah cerita tentang ketahanan, pencarian jati diri, dan keberanian untuk berjalan meski tidak selalu tahu harus kembali ke mana.
Dan di setiap langkahnya, ia membuktikan bahwa hidup tidak harus sempurna untuk tetap layak disyukuri.
Source image: putri














