Nosel.id Jakarta- Lahir dan besar di Manado, Pretty Kowas tumbuh dengan karakter khas masyarakat timur yang hangat dan penuh semangat. Namun menurutnya, ada satu hal yang sering disalahpahami banyak orang tentang daerah asalnya.
“Banyak yang mengira orang timur itu keras. Padahal sebenarnya ramah banget,” ujarnya sambil tersenyum.
Di Manado, sapaan sederhana kepada orang yang bahkan belum dikenal adalah hal yang lumrah.
Mengucapkan “selamat pagi” atau “selamat malam” saat berpapasan bukan sekadar basa-basi, melainkan bagian dari budaya yang mencerminkan kehangatan dan rasa kekeluargaan yang kuat.
Nilai-nilai itulah yang kemudian membentuk kepribadian Pretty hingga saat ini. Sosok yang mudah bergaul, terbuka terhadap pengalaman baru, dan selalu berusaha melihat sisi positif dari setiap perjalanan hidup.
Saat ini, Pretty bekerja sebagai Admin Akuntansi di sebuah perusahaan manufaktur. Namun kehidupannya jauh dari kata monoton. Di luar jam kerja, ia adalah pribadi yang aktif dan gemar mencoba berbagai aktivitas yang membuat hidupnya lebih berwarna.
Lari menjadi salah satu hobi yang paling ia cintai. Selain itu, ia juga gemar mendaki gunung dan mencoba canyoning, aktivitas petualangan yang memadukan trekking, panjat tebing, dan eksplorasi sungai alami.
Baginya, aktivitas fisik bukan hanya tentang olahraga, tetapi juga cara untuk mengenal diri sendiri, melatih mental, sekaligus menikmati keindahan alam.

Tak hanya itu, Pretty juga memiliki pekerjaan sampingan sebagai host live streamer. Bukan untuk berjualan produk, melainkan lebih kepada membangun interaksi dan percakapan dengan banyak orang dari berbagai latar belakang.
“Aku memang nggak bisa diam,” katanya sambil tertawa.
Perpaduan antara pekerjaan kantoran, aktivitas olahraga, petualangan alam, dan dunia live streaming membuat kehidupannya dipenuhi pengalaman yang beragam dan mempertemukannya dengan banyak orang baru.
Ketika ditanya mengenai suka dan duka dalam hidupnya, Pretty justru lebih banyak berbicara tentang rasa syukur dibandingkan kesulitan.
Salah satu pencapaian yang paling membanggakan baginya adalah keberhasilannya menyelesaikan pendidikan tinggi dengan biaya hasil kerja keras sendiri.
Di masa kuliah, ia menjalani hari-harinya dengan ritme yang tidak mudah. Pagi hingga sore bekerja, lalu malam dan akhir pekan digunakan untuk kuliah.
Rutinitas itu tentu melelahkan. Namun di balik rasa lelah tersebut, ada keyakinan bahwa setiap usaha yang dilakukan akan membawa hasil yang baik.
“Puji Tuhan, akhirnya bisa lulus,” ungkapnya penuh syukur.
Baginya, pengalaman tersebut menjadi bukti bahwa keterbatasan bukan alasan untuk berhenti bermimpi. Justru dari perjuangan itulah lahir rasa bangga yang tidak bisa dibeli dengan apa pun.
Dalam menjalani hidup, Pretty memiliki prinsip yang sederhana namun sangat kuat: hidup sesuai kemampuan dan tidak memaksakan diri demi gengsi.
Hal itu terlihat bahkan dari hobinya sebagai pelari. Hingga saat ini, ia masih menggunakan satu pasang sepatu lari yang sama untuk berbagai aktivitas, mulai dari latihan harian, fun run, hingga berbagai event lari.
Bukan karena tidak mampu membeli yang baru, melainkan karena ia memahami prioritas hidupnya.
“Selama satu masih cukup, ya satu dulu,” katanya.
Ia juga mengaku bukan tipe orang yang mudah tergoda oleh gaya hidup konsumtif. Bahkan ia memilih menghindari pembelian secara kredit hanya demi terlihat lebih keren di mata orang lain.
Bagi Pretty, ketenangan hidup jauh lebih berharga daripada mengejar pengakuan yang sifatnya sementara.
Prinsip tersebut membuatnya mampu menjalani hidup dengan lebih ringan dan penuh rasa syukur. Ia percaya bahwa setiap orang memiliki waktunya masing-masing untuk bertumbuh dan mencapai tujuan hidupnya.
Ke depan, harapannya pun terbilang sederhana.
Ia ingin tetap sehat, tetap konsisten menjalani hal-hal baik, dan tetap bergerak maju meskipun terkadang rasa malas datang menghampiri.
Menurutnya, rasa lelah dan kehilangan motivasi adalah hal yang manusiawi. Yang terpenting bukanlah menjadi sempurna setiap hari, melainkan terus kembali melangkah ketika sempat berhenti.
Di akhir perbincangan, Pretty membagikan pesan yang sangat menyentuh bagi siapa saja yang mungkin sedang berjuang menghadapi keraguan terhadap dirinya sendiri.
“Kalau lagi merasa dirimu nggak berguna atau nggak layak, jangan berhenti untuk maju.
Tetap lakukan hal-hal baik, walaupun cuma hal kecil, mulai dari diri sendiri dulu.”
Ia percaya bahwa tidak semua kebaikan harus langsung mendapat pengakuan. Tidak semua usaha harus segera terlihat hasilnya.
Kadang, hal terbaik yang bisa dilakukan seseorang adalah tetap berjalan, meskipun perlahan.
“Jangan tunggu dilihat orang lain. Dan ingat, kamu tetap layak.
Jangan keburu menyerah sama diri sendiri. Pelan-pelan aja, yang penting tetap jalan.”

Pesan itu menjadi cerminan perjalanan hidup Pretty sendiri. Tentang seorang perempuan yang memilih bertumbuh tanpa terburu-buru, menikmati proses tanpa membandingkan diri dengan orang lain, dan membuktikan bahwa konsistensi kecil yang dilakukan setiap hari dapat membawa perubahan besar dalam hidup.
Sebab pada akhirnya, seperti yang ia yakini, segala hal baik yang dilakukan dengan tulus akan menemukan caranya sendiri untuk bersinar dan memberikan dampak bagi orang-orang di sekitar.
Source image: Pretty Kowas






