Nosel.id Jakarta- Ocha lahir di Bandung dan tumbuh besar di Karawang.
Dua kota dengan suasana yang berbeda, namun justru itulah yang membentuk caranya memandang hidup.
Perpindahan sejak kecil mengajarkannya untuk lebih peka, menghargai hal-hal sederhana, dan menemukan kenyamanan dalam situasi apa pun.
Nilai-nilai kecil itulah yang tanpa disadari terus ia bawa hingga hari ini.
Perjalanan Ocha di dunia konten bermula dari sesuatu yang sangat sederhana. Tanpa rencana besar, tanpa target muluk.
Ia hanya membagikan keseharian, daily outfit yang ia kenakan dan tempat-tempat yang ia sukai.
Semuanya mengalir apa adanya, sesuai dengan dirinya. Pelan-pelan, konsistensi itu mulai berbuah.
Ada brand yang memperhatikan, lalu datanglah kesempatan demi kesempatan.

Namun di balik layar, proses itu tidak selalu mudah.
Konsistensi menuntut komitmen, revisi mengajarkan kesabaran, dan dunia konten menuntut kejujuran pada gaya diri sendiri.
Ada saat lelah, ada saat ragu, tapi Ocha memilih bertahan dengan satu prinsip: tetap jujur dengan siapa dirinya.
Ia percaya, menjadi diri sendiri adalah kekuatan, bukan kelemahan.
Inspirasi kontennya pun datang dari sekitar hal-hal sehari-hari yang sering luput dari perhatian.
Ocha mengamati, merasakan, lalu membagikannya dengan cara yang natural.
Segmen ini ia pilih bukan karena tren, melainkan karena paling dekat dengan kehidupannya.
Karena ketika sesuatu dijalani dengan rasa nyaman, hasilnya pun terasa lebih tulus dan tidak dipaksakan.
Bagi Ocha, pertumbuhan bukan soal siapa yang paling cepat, tapi siapa yang paling konsisten.
Harapannya sederhana namun penuh makna: terus berkembang, diberi kesehatan, rezeki yang baik, karier yang lancar, dan dikelilingi oleh orang-orang yang tulus.
Lingkaran yang sehat baginya sama pentingnya dengan pencapaian.

Ia pun meninggalkan pesan yang terasa jujur dan membumi:
“Nggak harus sempurna buat mulai. Jalanin aja pelan-pelan, konsisten, dan jadi versi diri sendiri yang paling jujur.”
Ocha adalah gambaran bahwa perjalanan besar sering kali dimulai dari langkah kecil.
Dari keberanian untuk mencoba, kesabaran untuk bertahan, dan kejujuran untuk tetap menjadi diri sendiri, di tengah dunia yang sering menuntut kesempurnaan.
Source image: ocha










