Nosel.id Jakarta- Nuvi Levina berasal dari Cirebon. Ia tumbuh sebagai anak tunggal perempuan dari keluarga yang pada awalnya harmonis.
Sejak kecil, dunia seni, khususnya musik telah menjadi ruang hidupnya.
Di setiap jenjang pendidikan, Nuvi selalu aktif bernyanyi, tampil di berbagai acara, dan mengikuti perlombaan.
Kecintaannya pada musik bahkan membawanya meraih beasiswa pendidikan dari prestasi seni yang ia torehkan.
Namun perjalanan hidup tidak selalu berjalan lurus. Nuvi menikah di usia muda, lalu harus menerima kenyataan pahit perceraian di tengah jalan.
Di waktu yang hampir bersamaan, orang tuanya pun mengalami perpisahan.
Rangkaian peristiwa itu membuat Nuvi merasa banyak waktu hidupnya terbuang sia-sia.
Ia sempat terhenti, kehilangan arah, dan harus memulai kembali dari titik yang tidak mudah. Meski begitu, hari ini Nuvi memilih satu hal penting: tidak berhenti.
Pilihan pendidikannya pun bukan murni kehendaknya sendiri.
Sejak awal, orang tuanya berharap Nuvi bisa meneruskan jejak sang nenek sebagai bidan.
Walau hatinya tertambat pada musik, Nuvi menuruti keinginan keluarga dan mengambil pendidikan kebidanan di STIKes Mahardika Cirebon. Di sana, dua dunia berjalan berdampingan.
Di siang hari ia belajar kesehatan, sementara di waktu lain ia tetap bernyanyi, mengikuti lomba dari satu tempat ke tempat lain, membawa nama kampus dan pulang dengan piala.

Beberapa prestasinya seperti Juara 1 mencipta lagu se Kabupaten Cirebon FLS2N 2011, Juara 1 lomba menyanyi dan pekan olahraga ISMAKES (Ikatan Mahasiswa kesehatan) se-Jawa barat 2016, asa juga Juara 2 CEO Idol.
Dan kerap tampil pada karnaval SCTV 2023
serta sempat aktif di dunia akting pada sinetron Samson dan Dahlia SCTV 2012-2013
Dan masih banyak lagi prestasi akademik di bidang kesehatan, ia menjadi 3 nilai tertinggi dalam fakultas kebidanan nya
Prestasi di bidang musik itulah yang kembali mengantarkannya pada beasiswa hingga akhirnya ia lulus sebagai bidan.
Meski memiliki latar pendidikan kesehatan, Nuvi pada akhirnya memilih kembali ke panggilan jiwanya sebagai seorang penyanyi.
Baginya, bekerja dari hal yang disukai adalah bentuk kebahagiaan yang tidak bisa ditukar.
Menjadi singer memang bukan profesi yang menjanjikan kepastian hingga masa tua, namun Nuvi menyadari bahwa dengan manajemen keuangan yang baik, setiap profesi bisa memberi masa depan yang layak.
Soal waktu, Nuvi belajar berdamai sejak lama.
Bahkan saat sekolah dulu, ia mengaku sering “bolos” demi menjalani hobinya. Namun pihak sekolah justru memahami, karena passion itu membawa prestasi dan kebanggaan.
Kini, jadwal bernyanyi yang rata-rata hanya sekitar tiga jam per acara membuat hidupnya lebih fleksibel.
Sisa waktunya ia gunakan untuk mengambil pekerjaan lain dan mengurus keluarga termasuk anak-anaknya yang dulu sempat ia ajak manggung sejak masih kecil, sebuah kenangan yang kini ia ceritakan sambil tertawa.
Harapan Nuvi sederhana namun bermakna. Ia ingin memiliki album, lagu sendiri, dan kesempatan untuk melebarkan sayap lebih luas di dunia musik.
Di atas segalanya, ia ingin anak-anaknya tumbuh menjadi pribadi yang sukses, kuat, dan tidak menyerah pada keadaan, belajar dari perjalanan hidup sang ibu.

Bagi Nuvi Levina, hidup bukan tentang menyesali masa lalu, melainkan keberanian untuk kembali melangkah.
“Kejar apa yang terlambat, tegas menghadap ke depan tanpa menyesali hari yang lalu.
Karena dunia ini dan hari esok penuh kejutan.”
Kisah Nuvi adalah pengingat bahwa mimpi bisa tertunda, namun tidak pernah benar-benar hilang selama kita berani mengejarnya kembali.
Source image: nuvi












