Nosel.id Jakarta- Nurul Ayu Fatia lahir dan menghabiskan masa kecilnya di Jakarta, tepatnya di rumah nenek tercinta. Namun, ia tumbuh besar di Kota Tangerang bersama kedua orang tuanya.
Terlahir dari keluarga yang sederhana namun penuh kehangatan, ia adalah anak bungsu dari dua bersaudara.
Kini, setelah menikah, ia menetap di Tangerang bersama suami dan putra kesayangannya, membangun “rumah” impian yang selalu ia dambakan.
Sebelum terjun ke dunia olahraga sebagai instruktur, Nurul adalah seorang banker. Namun, setelah resign, ia mulai menjadikan olahraga sebagai bagian dari kesehariannya.
Kecintaannya terhadap aktivitas fisik sudah dimulai sejak kecil. Sejak kelas 6 SD, ia aktif bermain voli dan bahkan bergabung dalam sekolah voli.
Olahraga ini menjadi bagian besar dalam hidupnya hingga tahun 2015, tetapi kesibukan kerja membuatnya harus berhenti sementara dari dunia voli.
Setelah resign, ia kembali menemukan pelarian dalam olahraga, menjadikannya sebagai ruang untuk berkembang dan berekspresi.

Tahun 2018 menjadi titik balik dalam hidupnya. Ia mulai berolahraga dengan intensitas tinggi dan menjalani pola hidup sehat secara lebih konsisten.
Baginya, kesehatan adalah hak semua orang dan merupakan investasi terbaik untuk masa depan.
Dari kecintaan itu, ia mulai terjun ke dunia instruktur pada tahun 2020 dengan mengajar Strong Nation secara aktif.
Dengan jadwal yang semakin padat, ia merasa semakin menikmati perannya dalam dunia kebugaran.
Tak berhenti di situ, pada tahun 2021, ia menambah kecintaan terhadap cabang olahraga baru, yaitu Poundfit.
Pada tahun 2022, Nurul mengambil langkah lebih besar dengan membangun komunitas olahraga bernama Amazonian_id. Komunitas ini ia dedikasikan untuk perempuan yang ingin hidup lebih aktif dan sehat.
Wadah ini terbuka untuk semua orang tanpa batasan, mengajak siapa saja yang ingin bergerak dan menjalani gaya hidup sehat.
Hingga kini, Nurul masih aktif mengajar baik di komunitasnya maupun dalam kelas-kelas privat yang ia selenggarakan.
Namun, menjadi seorang instruktur kebugaran tentu memiliki tantangan tersendiri.
Salah satu duka yang ia rasakan adalah overtraining, mengingat jadwal mengajarnya yang cukup padat.
Meski demikian, ada banyak hal yang membuat profesi ini menyenangkan, salah satunya adalah fleksibilitas dalam mengatur waktu.
Hal ini memungkinkan Nurul tetap memiliki waktu yang cukup untuk keluarganya.
Selain itu, ia juga tetap menyempatkan diri untuk latihan gym minimal dua kali dalam seminggu, karena ia percaya bahwa seorang instruktur juga harus terus melatih diri untuk menjaga performanya.
Harapan terbesar Nurul adalah semakin banyak orang yang sadar akan pentingnya kesehatan.
Baginya, sehat adalah poin utama dalam hidup, karena dengan tubuh yang sehat, seseorang bisa melakukan apapun yang diinginkan.

Dalam menjalani hidup, ia selalu berpegang pada prinsip berbuat baik tanpa berekspektasi. Baginya, berbuat baik kepada orang lain adalah sebuah keharusan, tetapi tidak perlu berharap akan dibalas dengan hal yang sama.
Dengan begitu, hati akan lebih lapang dan tetap bisa menebarkan kebaikan tanpa beban.
Ia juga percaya bahwa bekerja dengan hati dan kesungguhan akan selalu membuahkan hasil yang baik, karena Allah pasti melihat setiap usaha yang dilakukan dengan sungguh-sungguh.
Oleh karena itu, ia selalu melibatkan Allah dalam setiap langkah hidupnya.
Ingin tahu lebih banyak tentang perjalanan dan aktivitas Nurul? Ikuti kesehariannya di Instagram @fatiabasuni.
Source image: nurul










