Nunu: Mengajar dengan Hati, Menyelam Menembus Batas Diri

Nosel.id Jakarta- Di balik kesibukannya sebagai seorang dosen dan pengusaha kuliner, Nunu adalah sosok perempuan yang membuktikan bahwa kehidupan tidak harus berjalan dalam satu jalur saja.

Akademisi di ruang kelas, pebisnis di dunia usaha, sekaligus petualang yang menemukan ketenangan di kedalaman laut. Baginya, hidup adalah tentang keseimbangan antara pengabdian, passion, dan keberanian untuk terus bertumbuh.

Meski kini menetap di Makassar, akar kehidupannya tumbuh kuat di Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan. Di sanalah ia lahir dan menghabiskan masa kecil yang penuh kehangatan.

Wajo bukan sekadar tempat kelahiran, melainkan ruang yang membentuk karakter dan nilai-nilai hidup yang ia pegang hingga hari ini.

Wajo bagi saya adalah tempat yang penuh kehangatan. Suasana kampung yang guyub, warga yang ramah, serta lingkungan keluarga yang selalu mendukung dengan penuh cinta membuat saya tumbuh menjadi pribadi yang menghargai kebersamaan dan kerja keras. Wajo akan selalu menjadi tempat pulang,” ungkapnya.

Nilai-nilai yang ditanamkan sejak kecil itulah yang kemudian mengantarkannya menapaki dunia pendidikan. Sebagai dosen, Nunu tidak hanya menjalankan tugas mengajar, tetapi juga berupaya menjadi sosok yang mampu menginspirasi generasi muda.

Baginya, pendidikan bukan sekadar transfer ilmu, melainkan proses membangun karakter, membuka wawasan, dan menumbuhkan harapan.

Di tengah aktivitas akademiknya yang padat, ia juga mengelola usaha kuliner kebab yang terus berkembang. Menjalani dua peran sekaligus tentu bukan perkara mudah.

Namun, Nunu percaya bahwa kerja keras yang dilakukan dengan penuh cinta akan selalu menemukan jalannya.

Kesibukan yang tinggi membuatnya sadar akan pentingnya menjaga keseimbangan hidup. Dari situlah kecintaannya pada olahraga tumbuh.

Running atau lari menjadi pilihan sederhana yang mampu menjaga kebugaran tubuh sekaligus memberikan energi positif untuk menjalani aktivitas sehari-hari.

Lari adalah olahraga yang paling sederhana, tetapi manfaatnya luar biasa.

Dengan berlari, stamina tetap terjaga dan saya memiliki energi yang cukup untuk mengajar, meneliti, dan menjalankan usaha,” tuturnya.

Namun, ada satu aktivitas lain yang memiliki tempat khusus di hatinya, yaitu freediving. Kecintaannya terhadap olahraga ini berawal dari rasa penasaran terhadap keindahan bawah laut Indonesia. Sekali mencoba, ia langsung jatuh cinta.

Menurutnya, freediving bukan sekadar olahraga fisik. Di dalam air, seseorang belajar untuk mengendalikan diri, mengatur napas, dan menjaga ketenangan meskipun berada di bawah tekanan.

Pengalaman itu memberinya banyak pelajaran yang relevan dengan kehidupan sehari-hari.

Ketika berada di bawah laut, kita belajar bahwa kepanikan tidak akan menyelesaikan apa pun. Kita harus tetap tenang, fokus, dan percaya pada kemampuan diri sendiri. Itulah yang membuat saya sangat mencintai freediving,” katanya.

Lewat lari dan freediving, Nunu menemukan cara terbaik untuk mengisi ulang energi. Dunia bawah laut yang sunyi dan indah memberinya ruang untuk sejenak menjauh dari rutinitas, sekaligus mempertemukannya dengan komunitas yang positif dan penuh semangat.

Meski demikian, ia mengakui bahwa menjalani hobi di tengah kesibukan profesi memiliki tantangan tersendiri. Manajemen waktu menjadi kunci utama. Sebagai dosen, ia harus pandai membagi waktu antara pekerjaan, keluarga, bisnis, dan aktivitas olahraga.

Untuk freediving, tantangannya bertambah dengan kebutuhan perawatan peralatan yang cukup detail serta pentingnya memastikan kondisi tubuh benar-benar prima sebelum menyelam demi keselamatan.

Biasanya, ia meluangkan waktu untuk berlari di pagi hari sebelum memulai aktivitas atau pada akhir pekan. Sementara kegiatan menyelam lebih sering dijadwalkan saat libur semester atau long weekend ketika tugas mengajar sedang lebih longgar.

Di masa depan, Nunu berharap dapat terus memberikan kontribusi nyata bagi dunia pendidikan. Ia ingin terus berkembang secara akademik, menginspirasi lebih banyak mahasiswa, dan membawa manfaat yang lebih luas melalui profesinya sebagai pendidik.

Bagi Nunu, setiap orang memiliki potensi yang luar biasa untuk berkembang. Karena itu, ia mengajak generasi muda Indonesia agar tidak takut mencoba hal-hal baru dan berani keluar dari zona nyaman.

Kita bisa menjadi akademisi yang serius di ruang kelas, tetapi tetap menjadi petualang yang bebas di alam terbuka. Hidup ini terlalu singkat untuk dihabiskan dalam satu warna saja.”

Di akhir perbincangan, Nunu membagikan filosofi hidup yang lahir dari kecintaannya pada dunia freediving.

Sebuah pesan sederhana namun sarat makna tentang bagaimana menghadapi tekanan kehidupan dengan ketenangan dan kesadaran diri.

Seperti menyelam di laut dalam, hidup kadang menuntut kita untuk tenang di bawah tekanan.

Tarik napas dalam-dalam, kendalikan pikiran, lalu nikmati setiap prosesnya.

Ketika kamu tahu cara mengendalikan dirimu, kamu akan tahu cara menaklukkan kedalaman hidup.”

Sebuah pesan yang menggambarkan perjalanan hidupnya sendiri: terus melangkah, terus belajar, dan terus menyelami setiap kedalaman kehidupan dengan keberanian serta ketenangan.

 

 

Source image: nunu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *