Nosel.id Jakarta- Novi Aulia memiliki akar cerita dari Kalimantan. Ia berasal dari Kabupaten Tanah Bumbu, Kecamatan Batulicin, Kalimantan Selatan, dan lahir di Berau, Kalimantan Timur, sebuah kampung yang ia kenang sebagai tempat yang sejuk, ramah, dan penuh kesederhanaan.
Lingkungan itulah yang secara perlahan membentuk karakternya: apa adanya, kuat, dan tidak mudah goyah oleh penilaian orang lain.
Sejak awal, hidup Novi tidak lepas dari dunia musik. Ia adalah seorang penyanyi yang terbiasa berpindah dari satu panggung ke panggung lain.
Bernyanyi bukan sekadar pekerjaan, tapi juga cara Novi mengekspresikan diri dan bertahan.
Setiap panggung membawa cerita baru, pengalaman baru, dan pelajaran tentang kehidupan.
Namun, jalan yang ia pilih tidak selalu dipahami semua orang. Novi menyadari bahwa profesinya kerap dipandang sebelah mata.
Ada stigma, ada komentar, ada pandangan yang meremehkan. Tapi alih-alih larut dalam penilaian itu, Novi memilih sikap sederhana: tidak ambil pusing.

Selama ia tidak merugikan siapa pun dan tidak bergantung pada orang lain, ia merasa tak perlu menjelaskan hidupnya kepada siapa pun.
Sikap “bodo amat” yang ia miliki bukan berarti tidak peduli, melainkan bentuk keberanian untuk tetap berdiri di jalannya sendiri.
Novi percaya bahwa setiap orang berhak menjalani hidup sesuai pilihannya, tanpa harus memenuhi ekspektasi orang lain.
Untuk harapan ke depan, Novi tidak meminta hal yang rumit.
Doanya sederhana dan jujur, ia berharap tahun ini dipertemukan dengan jodoh. Sebuah harapan yang membumi, penuh harap, dan sangat manusiawi.

Melalui kisahnya, Novi ingin meninggalkan satu pesan penting untuk siapa pun yang membaca:
Jangan menilai seseorang dari profesinya atau dari sampul luarnya saja.
Karena di balik setiap pilihan hidup, selalu ada cerita, perjuangan, dan alasan yang tidak semua orang tahu.
Kisah Novi Aulia adalah tentang keberanian menjadi diri sendiri, tetap bernyanyi, tetap melangkah, meski tidak semua orang mengerti.
Source image: novi














