Nosel.id Jakarta- Nita Ko datang dari sebuah desa kecil, tempat yang hangat secara suasana, namun tidak selalu penuh dengan ekspresi cinta yang utuh.
Dari sana, ia belajar satu hal penting sejak dini: bahwa kekuatan tidak selalu lahir dari keadaan yang ideal, tapi justru dari ruang-ruang yang mengajarkan kita bertahan dan memahami diri sendiri lebih dalam.
Hari-harinya kini diisi dengan aktivitas bekerja di bidang retail. Rutinitas yang mungkin terlihat sederhana, namun penuh dinamika dan tuntutan.
Di tengah kesibukan itu, Nita menemukan satu ruang baru yang perlahan menjadi bagian penting dalam hidupnya: berlari.
Awalnya mungkin hanya coba-coba, tapi kini lari menjadi cara ia berdialog dengan dirinya sendiritentang lelah, tentang marah, tentang sedih yang tak selalu bisa diucapkan.
Setiap langkah lari bukan hanya soal jarak, tapi juga tentang proses. Tentang napas yang tersengal, kaki yang terasa berat, dan pikiran yang kadang ingin menyerah.
Tapi justru di situlah Nita menemukan rasa lega. Lari menjadi pelampiasan, sekaligus penyembuh.
Ia belajar bahwa tidak apa-apa merasa lelah, selama tidak berhenti melangkah.
Dari pengalamannya, Nita memahami bahwa menikmati hidup bukan berarti semuanya harus sempurna.
Ada satu prinsip sederhana yang ia pegang: Jangan terlalu peduli pada komentar orang lain selama apa yang kita lakukan adalah hal yang positif.
Karena hidup ini bukan tentang memenuhi ekspektasi orang, melainkan tentang menjalani proses kita sendiri dengan penuh kesadaran dan rasa syukur.
Di sela-sela itu, ia juga tetap menyimpan kecintaannya pada traveling meski harus menyesuaikan dengan kondisi dan budget.
Baginya, perjalanan bukan soal seberapa jauh tempat yang dituju, tapi tentang bagaimana ia bisa memberi ruang bagi dirinya untuk bernapas, melihat dunia dari sudut pandang yang berbeda, dan kembali dengan energi baru.
Harapan Nita tidak muluk. Ia hanya ingin hidup yang sehat, rezeki yang lancar, dan terus dikelilingi kebaikan. Ia ingin terus belajar menjadi pribadi yang lebih baik, tanpa kehilangan arah.
Dan di atas semua itu, ia mencari satu hal yang seringkali dianggap sederhana namun paling berarti: kebahagiaan.
Nita percaya, setiap orang butuh alasan untuk bergerak. Sekecil apa pun itu. Karena pada akhirnya, motivasi tidak selalu harus besar dan megah.
Bahkan jika hanya demi satu foto yang bagus, selama itu membuat kita bergerak, berusaha, dan melakukan sesuatu yang baik untuk diri sendiri itu sudah cukup berarti.
Source: nita
