Nosel.id Jakarta- “Payakumbuh adalah kota yang sangat aman dan damai, dan kota yang selalu aku ingin jadikan kenangan paling indah,” ujar Nafa tentang asalnya.
Kedamaian kota di Sumatra Barat ini bukan hanya latar belakang geografis, melainkan filosofi hidup yang membentuk karakternya.
Dari sanalah ia belajar tentang nilai-nilai ketenangan, kejujuran, dan arti sebuah ‘rumah’, prinsip yang kemudian menjadi dasar baginya membangun ‘rumah’ digital yang penuh manfaat dan sakinah.
Awalnya sederhana: Nafa suka memotret dan mengekspresikan diri melalui fashion yang ia pakai. Namun, ketulusan dalam mengekspresikan diri itu justru menarik perhatian.
Orang-orang mulai tertarik pada gayanya, yang akhirnya membawanya pada kolaborasi dengan berbagai brand.
“Awalnya mereka endorse karena setiap kali kerja sama akhirnya jadi kontrak BA,” ceritanya tentang proses alami yang dilalui.

Kunci utamanya? “Kolab banyak brand harus rajin-rajin bikin konten dengan ketulusan hati.”
Bagi Nafa, ketulusan adalah magnet terkuat yang mengubah hubungan profesional menjadi komitmen jangka panjang.
Dalam perjalanannya, Nafa merasakan dua sisi mata uang yang sama-sama berharga.
Sukanya adalah moment of grace, saat ia menyadari bahwa rezeki bisa datang dari arah yang paling tak terduga, seperti sebuah balasan atas niat baik yang ia tanam.
Namun, dunia digital juga tidak luput dari tantangan. Dukanya hadir dalam bentuk komentar negatif.
Namun, Nafa memiliki cara bijak menyikapinya: mengubah kritik pedas itu menjadi pelajaran untuk terus memurnikan niatnya.
“Menjadikannya alasan untuk lebih bersyukur atas dukungan mayoritas,” ucapnya.
Bagi Nafa, setiap ujian adalah proses penyaringan untuk menjadikan kontennya lebih bermakna.
Untuk terus bertahan dan berkembang, Nafa berpegang pada prinsip sederhana namun mendalam:
“Selalu kreatif belajar dari kekurangan aku di konten sebelumnya dan juga dari kritik seseorang.”
Ia memandang setiap karya yang lalu dan setiap masukan baik pujian maupun cercaan, sebagai bahan bakar untuk berevolusi.
Sikap rendah hati untuk terus belajar inilah yang membuat kontennya tetap segar dan relevan, tanpa kehilangan esensi dirinya.
Untuk keluarganya, ia berdoa agar selalu diberkahi keharmonisan dan menjadi ‘rumah’ yang penuh sakinah dengan cinta sebagai pilar utama.
Bagi karir dan ekonominya, ia mengharapkan rezeki yang berkah agar mampu membantu lebih banyak orang.
Di dunia sosial digital, ia bercita-cita menjadi jembatan kebaikan yang menginspirasi generasi muda untuk berkarya dengan jujur serta menjaga platformnya tetap bersih dari hal-hal tak bermanfaat.
Sebagai penutup dan pegangan bagi siapa saja, Nafa berbagi kebijaksanaan yang dalam:

“Jangan pernah membandingkan bab pertama perjalananmu dengan bab kelima orang lain.
Mulailah dari tempatmu berdiri, dengan apa yang kamu miliki, dan lakukanlah dengan ikhlas.
Ingatlah, pintu rezeki terbesar terbuka bagi hati yang selalu bersyukur dan tangan yang tak pernah lelah untuk memberi.
Teruslah berkarya, niatkan untuk manfaat, dan biarkan Tuhan yang mengatur keajaiban di hidupmu.”
Source image: nafa














