Nosel.id Jakarta- Moi, atau yang lebih dikenal dengan nama Kak Moi. Namanya asli adalah Fairuz Fadziella, iya berasal dari Taiping, sebuah kota kecil di negeri Perak, Malaysia.
Namun, sejak usia delapan tahun, ia tumbuh besar di Puchong, Selangor, yang lebih dekat dengan Kuala Lumpur.
Kota besar ini menjadi saksi perjalanan hidupnya, dari sekolah dasar hingga universitas, hingga akhirnya membangun karier di sana.
Bagi Moi, Puchong bukan sekadar tempat tinggal, tetapi juga bagian dari identitasnya yang penuh dengan pengalaman berharga.
Moi memulai kariernya sebagai akuntan di sebuah perusahaan swasta dan mengabdikan diri selama sembilan tahun.
Namun, pada Januari 2025, ia memutuskan untuk resign dan mengambil waktu untuk menjadi ibu rumah tangga setelah hampir satu dekade bekerja tanpa henti.
Keputusan ini juga memberinya kesempatan untuk lebih fokus pada dunia yang kini sangat ia cintai: Poundfit.
Poundfit bukan sekadar olahraga bagi Moi. Awalnya, ia hanya mencoba-coba, tetapi semakin lama, ia semakin jatuh cinta pada aktivitas ini.
Dengan ritme musik yang menghentak dan gerakan yang penuh energi, Poundfit menjadi tempatnya untuk melepas stres sekaligus menyalurkan passion.
Kini, ia sepenuhnya fokus sebagai instruktur Poundfit dan belum ada rencana kembali ke dunia kerja kantoran.
Menjadi seorang instruktur Poundfit bukan tanpa tantangan. Salah satu hal yang paling berkesan bagi Moi adalah tentang waktu.
Banyak waktu yang harus ia korbankan, waktu bersama keluarga, waktu dengan teman-teman, hingga waktu yang ia curi saat masih bekerja untuk latihan dan menghafal koreografi.
Namun, semua itu bukan sesuatu yang ia sesali. Baginya, Poundfit bukan hanya sekadar aktivitas fisik, tetapi juga bentuk perjuangan yang berharga.
Moi terus berlatih di sela-sela kesibukannya. Ia menghafal gerakan dan memastikan bahwa ia bisa memberikan energi terbaik untuk para peserta kelasnya.
Semangat dan dedikasinya dalam Poundfit membuktikan bahwa ketika seseorang benar-benar mencintai apa yang ia lakukan, maka pengorbanan pun terasa sepadan.
Bagi Moi, kehidupan bukan hanya tentang diri sendiri, tetapi juga tentang komunitas yang ia bangun. Ia berharap agar komunitas Poundfit, baik yang sudah ada maupun yang baru akan terbentuk, selalu menebarkan energi positif.
Moi juga mengingatkan untuk selalu berpikir baik terhadap sesama dan menghindari lingkungan yang tidak sehat.

Selain itu, ia juga berpesan agar semua orang menjaga kesehatan, mencintai diri sendiri, dan tidak merasa bersalah jika harus mengambil jeda untuk beristirahat.
“Jangan lupa untuk menghargai diri sendiri dan tumbuh menjadi pribadi yang lebih baik,” katanya.
Sebagai penutup, Moi memiliki pesan yang penuh makna bagi siapa pun yang membaca kisahnya:
“Beranganlah (manifeslah) karena berangan itu gratis. Dengan berangan, kamu akan mencapai setiap anganmu.
Jika hari ini Allah belum memberimu apa yang kamu inginkan, bersangkalah baik, karena pasti ada sesuatu yang lebih hebat di depan sana.
Jangan tenggelam dalam emosi, karena Allah tidak akan mengecewakanmu.”
Source image: kak moi











