Nosel.id Jakarta- Lahir di Palembang dan tumbuh besar di Bandung, Mitha Gustina menjalani masa kecil di lingkungan yang hangat dan ramah.
Dari kota yang mengajarkannya arti pulang, ia juga belajar tentang keberanian untuk bermimpi.
Bandung bukan hanya tempat bertumbuh, tetapi ruang pembentukan karakter, menanamkan nilai ketekunan, kesederhanaan, dan keyakinan bahwa mimpi layak diperjuangkan dengan usaha yang konsisten.
Nilai-nilai itulah yang kemudian membawanya melangkah lebih jauh, melanjutkan studi magister (S2) dan menetap di Jakarta untuk mengembangkan potensi diri.
Usai menyelesaikan pendidikan S2, Mitha memantapkan langkah berkarier di bidang hukum sebagai seorang Lawyer sekaligus Legal Auditor tersertifikasi.
Dunia hukum yang menuntut ketelitian, integritas, dan tanggung jawab besar dijalaninya dengan penuh kesadaran.
Namun bagi Mitha, keberhasilan tidak berhenti pada pencapaian profesional semata.
Ia percaya bahwa manusia yang utuh bukan hanya mereka yang mampu menolong dirinya sendiri, tetapi juga mereka yang mampu memberi dampak nyata bagi orang lain.

Keyakinan itu tercermin dari keterlibatannya dalam berbagai kegiatan sosial.
Melalui aksi-aksi kepedulian, Mitha belajar banyak hal tentang empati, tentang meringankan beban sesama, sekaligus tentang rasa syukur atas kehidupan yang ia jalani.
Aktivitas sosial menjadi pengingat bahwa di balik kesibukan dan target karier, selalu ada nilai kemanusiaan yang perlu dijaga.
Di luar dunia profesional, Mitha dikenal sebagai pribadi yang memiliki dorongan kuat untuk terus bertumbuh dan mencoba hal-hal baru.
Ia menekuni berbagai hobi yang menuntut disiplin dan komitmen tinggi seperti yoga, berkuda, tenis, dan pilates.
Aktivitas-aktivitas tersebut bukan sekadar rutinitas fisik, melainkan bentuk self-care yang membantunya menjaga keseimbangan tubuh dan pikiran.
Meski melelahkan, ia justru menikmati setiap prosesnya, menjalani dengan penuh kesadaran dan rasa syukur.
Sebagian besar hobinya ia lakukan di akhir pekan atau dengan menyesuaikan waktu luang, tanpa mengesampingkan quality time bersama keluarga dan sahabat terdekat.
Bagi Mitha, keseimbangan hidup adalah tentang kemampuan mengatur prioritas—berkarya, merawat diri, dan tetap hadir untuk orang-orang yang berarti.
Harapan terbesar Mitha sederhana namun bermakna: ia ingin orang tuanya merasa bersyukur memiliki anak seperti dirinya, dan orang-orang terdekatnya senantiasa diberi kebahagiaan serta kemudahan.
Ia percaya bahwa setiap langkah dalam mengejar mimpi, jika dijalani dengan niat baik, akan membawa kebaikan bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi juga bagi banyak orang.

Ia pun berharap selalu dikelilingi oleh lingkungan yang suportif dan tulus, yang saling menguatkan dalam proses bertumbuh.
Sebagai pesan hidup, Mitha membagikan satu prinsip yang ia pegang teguh:
“Through every up and down, always prioritize your education, love yourself first, and choose the people who truly love you.”
Sebuah pengingat bahwa pendidikan, cinta pada diri sendiri, dan lingkungan yang tepat adalah fondasi penting untuk menjalani kehidupan yang bermakna.
Source image: Mitha













