Nosel.id Jakarta- Miftahul Jasmine berasal dari Pidie, Aceh, daerah yang pernah menjadi bagian dari sejarah panjang konflik Aceh. Namun, baginya itu adalah masa lalu. Kini Pidie telah banyak berubah dan terus berkembang.
Miftahul memiliki latar belakang sebagai seorang perawat. Namun, sekitar setahun terakhir ia memilih berhenti bekerja untuk fokus merawat orang tuanya yang sedang sakit.
Keputusan tersebut membuatnya kehilangan penghasilan tetap, tetapi ia tetap berusaha menjalani kehidupan dengan berbagai cara yang halal.
Selain sesekali menerima endorsement, Miftahul juga membantu temannya berjualan skincare.
Ia juga sempat aktif di media sosial, meski beberapa bulan terakhir memilih vakum sejenak untuk menata kembali dirinya.
Menjalani masa tidak bekerja tentu bukan hal yang mudah. Ia harus kembali mengandalkan orang tua, sementara di sisi lain tetap berusaha mencari penghasilan tambahan.
Namun, pengalaman tersebut membuatnya belajar bahwa selama pekerjaan itu halal, tidak ada salahnya mencoba berbagai peluang.

Ke depan, Miftahul berharap dapat kembali bekerja sebagai perawat, membantu orang tuanya, serta diberikan kesehatan untuk dirinya, keluarga, dan orang-orang terdekat.
“Jujur, jadi pengangguran itu nggak enak rasanya,” ujarnya sambil bercanda.
Dari pengalaman hidupnya, Miftahul juga memiliki pesan tentang pentingnya memilih lingkungan dan pertemanan.
“Lebih baik memiliki sedikit teman yang benar-benar baik daripada banyak teman tetapi justru menghancurkan kita.”
Meski pernah mengalami hal-hal yang membuatnya belajar tentang arti pertemanan, Miftahul tetap memilih untuk menjadi orang baik.

Baginya, hidup bukan tentang membalas perlakuan buruk dengan keburukan, tetapi tentang tetap menjaga hati agar tidak kehilangan kebaikan.
“Tetaplah baik, meskipun kita tidak diperlakukan dengan baik.
Semoga kita semua selalu diberikan hati yang lapang dan ikhlas dalam menjalani hidup.”
Source image: Miftahul Jasmine






