Nosel id Jakarta- Balige, sebuah kota kecil yang berada tak jauh dari Danau Toba di Provinsi Sumatera Utara, menjadi titik awal perjalanan hidup Pretti Sihombing.
Dikelilingi alam yang sejuk, danau yang tenang, serta keluarga yang hangat, Pretti tumbuh dengan nilai-nilai kesederhanaan, kedekatan dengan alam, dan rasa syukur yang kuat.
Lingkungan itulah yang perlahan membentuk dirinya hingga menjadi pribadi yang tangguh dan reflektif seperti sekarang.
Saat ini, Pretti menjalani hari-harinya sebagai mahasiswa yang juga bekerja sambilan.
Ritme hidupnya padat: kuliah, pekerjaan, dan tanggung jawab lain saling bergantian mengisi waktu.
Meski lelah kerap datang, Pretti belajar untuk tidak kehilangan dirinya sendiri di tengah kesibukan.
Ia tahu betul satu hal yang selalu membantunya tetap seimbang: kembali ke alam.

Gunung dan pantai menjadi ruang pelarian sekaligus ruang pemulihan.
Di sanalah ia menemukan ketenangan, tempat untuk berhenti sejenak dari hiruk-pikuk tuntutan hidup.
Alam mengajarkannya banyak hal.tentang kesabaran, tentang menikmati proses tanpa tergesa-gesa, dan tentang menghargai momen-momen kecil yang sering terlewat dalam keseharian.
Setiap perjalanan ke alam adalah cara Pretti mengisi ulang energi, menata pikiran, dan menguatkan hati.
Tentu, menjalani dua peran sekaligus bukan tanpa tantangan. Tubuh lelah, waktu terbatas, dan tenaga harus dibagi dengan bijak.
Namun bagi Pretti, semua itu sepadan. Kepala menjadi lebih tenang, stres kuliah dan kerja terasa ter-reset, dan semangat kembali tumbuh.
Di balik kesibukannya, Pretti menyimpan doa-doa sederhana namun penuh makna: agar kuliah berjalan lancar, pekerjaan dimudahkan, keluarga selalu diberi kesehatan, rezeki dicukupkan, dan mimpi-mimpi dapat tercapai perlahan tapi pasti.

Lewat kisahnya, Pretti Sihombing mengingatkan kita semua bahwa di tengah kesibukan hidup, penting untuk menemukan ruang yang menenangkan hati.
Entah itu gunung, pantai, atau tempat lain yang memberi rasa damai itulah cara kita menjaga diri agar tetap utuh, kuat, dan terus melangkah maju.
Source image: pretti












