Nosel id Jakarta- Memez Mezzy berasal dari Batusangkar, Padang. Ia lahir 39 tahun lalu di sebuah pedesaan yang relatif terisolir, namun kaya akan nilai-nilai kehidupan.
Lingkungan yang sederhana, keluarga yang hangat, dan limpahan kasih sayang menjadi fondasi kuat yang membentuk karakter serta ketangguhannya sejak dini.
Berbekal latar belakang pendidikan sebagai Sarjana Pendidikan, dengan keahlian di bidang bahasa dan sastra, Memez mengawali perjalanan profesionalnya sebagai guru Bahasa di tingkat SMP dan SMA.
Dunia pendidikan tidak hanya memberinya pengalaman mengajar, tetapi juga membentuk kemampuan komunikasi, empati, dan kepemimpinan.

Modal inilah yang kemudian membawanya terjun ke dunia bisnis, khususnya MLM, dan berkembang menjadi seorang leader yang mampu memengaruhi serta menggerakkan banyak orang.
Kreativitas Memez lahir dari perpaduan antara nalar pendidik dan kekuatan bahasa.
Baginya, kemampuan berpikir kritis, merangkai kata, dan memahami karakter manusia adalah senjata utama untuk membangun kepercayaan dan relasi.
Inilah yang membuat pendekatannya berbeda, tidak sekadar menjual produk, tetapi juga menanamkan visi, nilai, dan semangat bertumbuh bersama.
Memez memiliki pandangan tegas terhadap peran perempuan di era modern.
Ia percaya bahwa setiap perempuan wajib memiliki kecerdasan dan kapasitas diri.
Dunia, menurutnya, tidak akan berjalan baik jika perempuan hanya mengandalkan kecantikan semata.
Pengetahuan, kemampuan berpikir, dan keberanian mengambil peran adalah kunci agar perempuan bisa berdiri sejajar dan berdaya.

Sebagai penutup, Memez membagikan pesan hidup yang selalu ia pegang:
Apa pun yang kamu tekuni, kerjakanlah sepenuh hati agar hasilnya memuaskan hati.
Prinsip itu pula yang dirangkum dalam jargon khasnya yang melekat kuat:
“GAYA butuh BIAYA”, sebuah pengingat bahwa setiap pilihan hidup menuntut tanggung jawab, kerja keras, dan kesungguhan.
Source image: memez












