Nosel.id Jakarta- Memey tumbuh dan menetap di Kota Batam, tepatnya di kawasan Batu Aji, sebuah wilayah yang dikenal sebagai kampung tua.
Di tempat inilah ia belajar tentang makna hidup berdampingan.
Nilai saling menghargai, menghormati adat setempat, dan menjaga harmoni antarwarga menjadi bagian tak terpisahkan dari kesehariannya.
Lingkungan yang ramai namun damai itu menumbuhkan rasa cinta, bukan hanya pada sesama manusia, tetapi juga pada kehidupan itu sendiri.
Kesibukan menjadi bagian dari ritme hidup Memey akhir-akhir ini.
Aktivitas yang padat menuntut fokus dan energi, namun ia percaya bahwa kebahagiaan juga perlu dirawat.
Karena itu, di sela-sela kesibukan, Memey selalu menyempatkan diri untuk traveling.

Bukan semata soal pergi jauh, melainkan memberi ruang untuk bernapas, melihat sudut dunia yang berbeda, dan kembali dengan hati yang lebih ringan.
Baginya, perjalanan adalah cara sederhana untuk tetap waras dan bahagia.
Di penghujung tahun, Memey memilih untuk berhenti sejenak dan merenung.
Ia menaruh harapan besar agar tahun-tahun mendatang membawa lebih banyak kebaikan bukan hanya untuk dirinya, tetapi juga untuk semua orang.
Ia percaya bahwa setiap orang sedang berjuang dengan caranya masing-masing.

“Jangan pernah merasa gagal hanya karena kamu pernah jatuh berkali-kali,” ujarnya.
“Tetap optimis dengan apa yang ingin kamu capai. Ingat, takkan ada hasil tanpa perjuangan.”
Dan satu hal yang tak pernah ia lupakan: selalu bersyukur.
Karena di tengah segala rencana, kesibukan, dan mimpi, rasa syukur adalah kunci untuk tetap merasa cukup dan bahagia.
Source image: Memey












