Nosel.id Jakarta- Megaria Angelina lahir dan tumbuh di Kuala Kapuas, Kalimantan Tengah, sebuah daerah yang dikenal sebagai kota air, dengan udara yang sejuk serta masyarakat yang ramah dan hangat.
Masa kecilnya penuh canda, karena ia besar di tengah keluarga yang humoris. Suasana itu menanamkan energi positif dalam hidupnya hingga dewasa.
Kini, Megaria sedang menjalani hari-harinya sebagai mahasiswi di Universitas Terbuka.
Kesibukannya tidak berhenti di sana; ia juga bekerja sebagai kasir di sebuah toko swalayan.
Di sela-sela rutinitas itu, Megaria tetap mengejar passion sebagai penyanyi café, tempat ia mengekspresikan diri dan membagikan cerita lewat lagu.
Hidupnya aktif, dinamis, sekaligus penuh warna.
Tahun 2025 membawa babak baru yang sangat berarti baginya.
Setelah sempat patah hati dan terjebak dalam rasa kehilangan selama dua tahun, Megaria akhirnya dipertemukan dengan sosok pasangan yang baik, penyayang, dan penuh perhatian. Jawaban doa yang lama ia nantikan.

Hubungan mereka kini berjalan ke arah yang lebih serius. “Puji Tuhan,” begitu katanya, penuh syukur.
Ia percaya bahwa perjalanan panjang dan luka masa lalu menjadi jalan baginya untuk akhirnya menemukan cinta yang lebih dewasa dan tulus.
Dalam hidup yang bergerak cepat, Megaria belajar untuk tidak tenggelam dalam kecemasan.
“Jangan terlalu khawatir tentang masa lalu atau masa depan,” pesannya.
Ia memilih menikmati setiap momen: berbincang dengan teman, menghabiskan waktu bersama pasangan, atau sekadar menikmati makanan enak.
Hidup baginya adalah tentang kehadiran, bukan sekadar berlari.
Harapan Megaria sederhana namun bermakna: semoga kesehatan, kedamaian, dan kebahagiaan selalu menyertai dirinya, sahabat-sahabat, sang kekasih, dan seluruh anggota keluarganya.
Sebab ia tahu, perjalanan hidup yang indah dimulai dari hati yang tenang dan penuh syukur.
Pengalaman hidup mengajarkannya satu hal penting, bahwa kekecewaan bukan akhir. Ia berkata,

“Jangan biarkan kekecewaan mengendalikan hidupmu, tetapi jadikan itu sebagai batu loncatan menuju kesuksesan.
Kamu tidak bisa mengubah apa yang telah terjadi, tetapi kamu bisa mengubah caramu meresponsnya.”
Lewat kisahnya, Megaria Angelina menunjukkan bahwa jatuh bukanlah kegagalan, melainkan kesempatan untuk bangkit lebih kuat.
Perjalanannya menjadi pengingat bahwa setiap orang berhak mendapatkan kebahagiaan baru dan kadang, itu datang di waktu yang paling tak terduga.
Source image: mega









