Nosel.id Jakarta- Mayang Wiguna, atau akrab disapa Freya, lahir dan besar di Kota Sukabumi, sebuah kota yang dikelilingi keindahan alam, udara sejuk, dan suasana yang menenangkan.
Sejak kecil, Freya tumbuh dalam lingkungan yang hangat dan penuh cinta.
Setiap sudut kotanya menawarkan ketenangan: mulai dari pegunungan yang memeluk Sukabumi hingga keramahan warganya yang membuat siapa pun merasa pulang.
Sukabumi bukan sekadar tempat tinggal, tapi ruang yang membentuk karakter Freya menjadi pribadi yang lembut, bersyukur, dan penuh empati.
Perjalanan karier Freya dimulai di dunia perbankan.
Selama 10 tahun, ia mendedikasikan diri bekerja di bank, menjalani ritme kehidupan yang cepat, target yang ketat, juga hiruk-pikuk profesional yang menantang.
Ada rasa bangga ketika mengingat masa-masa itu, bahkan sesekali ia merindukan suasana tanggal gajian yang penuh cerita. Namun hidup selalu membawa babak baru.
Kini, Freya memilih menikmati kesehariannya sebagai ibu rumah tangga, sebuah peran yang mungkin tidak selalu glamor, tetapi penuh makna.

Menjadi ibu membuatnya melihat hidup dengan perspektif berbeda: ada kebahagiaan sederhana, ada perjuangan yang diam-diam memperkuat hati, dan ada rasa syukur yang tumbuh setiap hari.
Bagi Freya, setiap tawa anak, setiap momen bersama keluarga, hingga obrolan hangat dengan sahabat adalah bentuk rezeki yang tidak bisa diukur dengan angka.
Suka dukanya pun berwarna. Ada lelah yang datang tanpa permisi, tapi selalu ada pula kebahagiaan yang muncul sebagai hadiah.
Kuncinya, kata Freya, adalah selalu berproses, berdamai dengan diri sendiri, dan menjalani hidup dengan ringan. Menikmati setiap peran, tiap babak, dan tiap perubahan.
Harapan Freya untuk hidupnya sederhana tetapi bermakna: dipertemukan dengan orang-orang baik.
Berada dalam lingkungan yang sehat, tumbuh menjadi pribadi yang lebih baik, dan diberi kelapangan rezeki serta kesehatan untuk terus melangkah.
Bagi Freya, kebahagiaan bukan soal memiliki segalanya, melainkan mampu mensyukuri apa yang ada dan terus berupaya memperbaiki diri.

Ia menutup pesannya dengan kalimat yang menggugah:
“Besok adalah kanvas kosong, lukis hari esok dengan warna-warna impianmu!”
“Jangan biarkan hari ini berakhir tanpa membuat rencana untuk hari esok yang lebih baik.”
Dari Sukabumi yang teduh, Freya mengajarkan bahwa hidup adalah perjalanan pulang pada diri sendiri untuk menemukan apa yang benar-benar berarti, dan menjalaninya dengan hati yang utuh.
Source image: Freya












