Nosel.id Jakarta- Maya Della, seorang wanita inspiratif kelahiran Semarang di bulan November, memiliki latar belakang yang kaya akan nilai kedisiplinan dan ketangguhan.
Meskipun lahir dan besar di Semarang, darah Sumatra dari kedua orang tuanya mama dan papa yang berasal dari Palembang tetap mengalir kuat.
Sebagai anak sulung dari tiga bersaudara dan putri seorang tentara, Maya tumbuh dengan nilai-nilai tanggung jawab yang tinggi sejak kecil.
Saat ini, Maya bekerja di sebuah perusahaan yang bergerak di bidang ICT (Information and Communication Technology).
Dengan jabatan sebagai First Vice President yang memimpin proyek strategis (PMO), Maya bertugas langsung membantu CEO menangani proyek-proyek bernilai besar.
Perannya yang penting dan strategis mengharuskannya selalu fokus, analitis, dan inovatif.
Namun, di tengah kesibukannya sebagai profesional, Maya tetap mampu menjaga semangatnya untuk menjalani gaya hidup yang seimbang.
Salah satu cara yang ia temukan untuk melepas stres dari pekerjaan adalah melalui olahraga lari hobi yang kini menjadi bagian penting dari hidupnya.

Awalnya, lari hanyalah cara untuk melepas penat dari pekerjaan. Namun, seiring waktu, Maya jatuh cinta pada olahraga ini.
Ia menemukan bahwa lari bukan sekadar olahraga, melainkan sebuah perjalanan yang mengajarkan disiplin, membangun mental yang kuat, dan memperluas jaringan sosial.
“Lari itu tentang proses. Kita belajar disiplin, mental kita ditempa, dan sering bertemu dengan orang-orang baru,” ujarnya.
Bahkan, hobi ini berdampak positif pada pekerjaannya.
Beberapa customernya yang juga hobi lari sering diajak berlari bersama, sehingga hubungan kerja terjalin lebih baik dan proyek-proyek yang ditanganinya berjalan lebih lancar.
Maya telah mengikuti berbagai event lari besar di dalam negeri, seperti Pocari Sweat Run, Maybank Marathon Borobudur, hingga Indosat Run (di mana ia berhasil naik podium pada tahun 2023 dan 2024).
Di kancah internasional, ia telah menyelesaikan dua ajang World Major Marathon bergengsi, yaitu Tokyo Marathon dan Berlin Marathon.
Saat ini, Maya sedang mempersiapkan diri untuk berlaga di Chicago Marathon pada Oktober mendatang.

Maya berharap tahun ini menjadi tahun penuh kesehatan dan peluang untuk terus belajar dan berkembang. Ia ingin ilmu yang dimilikinya dapat memberikan manfaat bagi banyak orang.
Selain itu, ia berdoa agar tetap bisa berlari hingga usia tua, menjalani hidup yang seimbang antara pekerjaan dan perannya sebagai ibu dari tiga anak, serta mewujudkan impiannya untuk melanjutkan studi di luar negeri.
Sebagai seorang ibu, profesional, dan pelari, Maya memiliki pesan penuh inspirasi untuk wanita Indonesia:
“Menjadi ibu, memiliki karir, dan berlari adalah cara seorang wanita membuktikan bahwa dia mampu menjalani hidup dengan semangat keseimbangan.
Kamu tidak harus menjadi sempurna untuk menjadi luar biasa.
Jadilah dirimu sendiri, teruslah melangkah, dan jangan takut untuk punya mimpi yang besar.”
Source image: maya










