Nosel.id Jakarta- Saya berasal dari Kabupaten Bogor, tempat saya dilahirkan sekaligus kampung halaman yang memiliki ruang istimewa di hati saya.
Orang tua dan keluarga besar saya juga berasal dari sana, sehingga Bogor bukan sekadar tempat asal, tetapi bagian penting dari perjalanan hidup saya.
Masa kecil saya di Bogor dipenuhi banyak kenangan hangat. Suasananya sejuk, masyarakatnya ramah, dan hubungan antar keluarga begitu dekat.
Di kampung saya, hampir semua orang saling mengenal dan memperlakukan satu sama lain seperti keluarga sendiri.
Saya bersyukur tumbuh dalam keluarga yang penuh cinta. Sejak kecil, orang tua mengajarkan bahwa keluarga adalah tempat pertama kita belajar tentang kasih sayang, kebaikan, sekaligus bagaimana memperlakukan orang lain dengan tulus. Nilai-nilai itulah yang hingga kini terus saya bawa dalam menjalani kehidupan.
Setelah menikah, saya menjalani aktivitas sebagai seorang entrepreneur, di samping peran utama sebagai istri dan ibu.
Keseharian saya cukup beragam, mulai dari mengurus anak dan keluarga, menjalankan beberapa bisnis, hingga meluangkan waktu untuk berolahraga dan melakukan hal-hal yang saya sukai.
Bagi saya, kehidupan bukan tentang memilih antara keluarga atau karier. Saya ingin keduanya berjalan berdampingan dan seimbang.
Saya tetap ingin berkembang, berkarya, dan memiliki ruang untuk mengejar mimpi, tetapi di saat yang sama saya juga ingin hadir sepenuhnya untuk suami dan anak-anak.
Karena itu, saya dan suami selalu berusaha menyediakan waktu di akhir pekan untuk quality time bersama anak-anak. Tidak harus selalu dengan sesuatu yang besar.
Makan bersama, jalan-jalan, olahraga, atau sesekali traveling sudah cukup menjadi momen yang sangat berarti bagi kami.
Saya ingin anak-anak memiliki kenangan masa kecil yang indah bersama orang tuanya. Suatu hari nanti, ketika mereka melihat kembali tempat-tempat yang pernah kami datangi, saya ingin mereka bisa berkata, “Aku pernah ke sini bersama Mama dan Papa.”
Bagi saya, bekerja dan membangun sesuatu memang penting. Namun, menciptakan kenangan bersama keluarga juga merupakan investasi kehidupan yang nilainya tidak bisa diukur dengan materi.
Kalau ditanya tentang suka dan duka menjalani semua ini, saya justru merasa lebih banyak menikmati daripada mengeluh.
Saya percaya bahwa apa yang sedang saya jalani hari ini merupakan bagian dari jalan yang Allah pilihkan untuk saya. Karena itu, saya berusaha menerima setiap proses dengan rasa syukur dan menjalaninya sebaik mungkin.
Saya selalu berusaha menjaga keseimbangan: keluarga tetap menjadi prioritas, pekerjaan terus berjalan, kesehatan dijaga, dan waktu untuk menikmati hidup tidak dilupakan.
Bagi saya, menikmati hidup tidak selalu berarti memiliki sesuatu yang luar biasa.
Terkadang kebahagiaan justru hadir dari hal-hal sederhana: makan bersama keluarga, traveling, berolahraga, atau sekadar memiliki waktu berkualitas bersama orang-orang yang kita cintai.
Ke depan, doa terbesar saya adalah untuk keluarga. Saya berharap anak-anak saya tumbuh menjadi pribadi yang sukses dunia dan akhirat, soleh dan solehah, memiliki akhlak yang baik, dekat dengan agama, serta bermanfaat bagi agama, nusa, dan bangsa.
Saya ingin mereka bukan hanya berhasil untuk dirinya sendiri, tetapi juga menjadi pribadi yang membawa kebaikan dan energi positif bagi orang-orang di sekitarnya.
Semoga mereka menjadi hafiz dan hafizah, selalu berada dalam lindungan Allah, dan tumbuh menjadi manusia yang membawa keberkahan di mana pun mereka berada.
Untuk kehidupan ekonomi, saya tidak sekadar berharap memiliki banyak, tetapi berharap cukup, luas, dan penuh keberkahan.
Untuk kesehatan, semoga saya, suami, anak-anak, orang tua, dan seluruh keluarga besar selalu diberikan kesehatan, umur yang panjang, serta kehidupan yang bermanfaat.
Dan satu hal yang selalu saya doakan: semoga dalam perjalanan hidup kami, Allah mempertemukan kami dengan orang-orang baik, lingkungan yang baik, serta kesempatan-kesempatan yang membawa kebaikan.
Pesanku ialah……
Setiap orang memiliki definisi suksesnya masing-masing. Bagi saya, sukses bukan hanya tentang pencapaian, bisnis, atau seberapa banyak yang berhasil kita miliki.
Sukses juga berarti mampu tetap menjadi manusia yang baik, memiliki keluarga yang kita cintai, mempunyai waktu untuk mereka, dan bisa memberikan manfaat bagi orang lain.
Jangan terlalu sibuk mengejar kehidupan orang lain sampai lupa menikmati kehidupan yang sedang kita jalani sendiri. Kita boleh memiliki mimpi besar, bekerja keras, dan terus berkembang.
Namun, jangan sampai dalam perjalanan mengejar semuanya, kita kehilangan hal-hal yang sebenarnya paling berharga.
Hidup bagi saya adalah tentang keseimbangan: berusaha tanpa lupa bersyukur, memiliki mimpi tanpa kehilangan keluarga, dan menikmati pencapaian tanpa kehilangan hati.
Karena pada akhirnya, yang ingin kita bawa pulang bukan hanya tentang apa yang berhasil kita miliki, tetapi tentang siapa yang tetap bersama kita dan kebaikan apa yang kita tinggalkan sepanjang perjalanan.
Source image: Maulidya Nurfela
