Nosel.id Jakarta- Purwokerto, Jawa Tengah, bukan sekadar tempat lahir bagi Margareta Ginanti.
Purwokerto adalah rumah yang membentuk karakter dan nilai hidupnya.
Sejak kecil hingga menempuh pendidikan kedokteran di Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), Margareta tidak pernah berpindah kota.
Hidup di kota kecil dengan masyarakat yang ramah dan penuh keakraban membuatnya tumbuh dalam lingkungan yang hangat, di mana rasa saling mengenal dan kepedulian menjadi bagian dari keseharian.
Dari sanalah, empati dan keinginan untuk memberi tumbuh secara alami dalam dirinya.
Cita-cita menjadi dokter sudah tertanam sejak remaja.
Sosok Ibunda menjadi role model utama, seorang dokter polisi yang kini telah pensiun.
Melihat langsung dedikasi sang ibu dalam menjalankan profesi dengan disiplin, ketegasan, dan kepedulian terhadap sesama, Margareta belajar bahwa profesi dokter bukan hanya tentang ilmu, tetapi tentang tanggung jawab dan pengabdian.
Nilai itulah yang terus ia bawa dalam setiap langkah pendidikannya.

Menjalani dunia kedokteran, Margareta tidak melihatnya sebagai perjalanan yang penuh duka.
Justru sebaliknya, ia menemukan begitu banyak hal yang disyukuri.
Kesempatan untuk menolong orang lain melalui ilmu yang dimiliki menjadi kebahagiaan tersendiri.
Proses belajar yang tak pernah berhenti membuatnya terus meng-upgrade diri, membuka wawasan, dan memperkaya pengalaman.
Bahkan, peluang untuk melanjutkan pendidikan sebagai Spesialis Jantung menjadi salah satu anugerah besar yang semakin menguatkan panggilan hidupnya di dunia medis.
Di balik prestasi dan rencana besar, Margareta tetap menjejakkan kaki pada nilai-nilai kerendahan hati.
Harapan dan doanya sederhana namun dalam:
Agar Tuhan senantiasa memampukannya untuk tetap rendah hati dalam ilmu, tegas dalam tanggung jawab, dan tulus dalam melayani, baik untuk keluarga, institusi, maupun masyarakat luas.

Ia meyakini bahwa ilmu yang tinggi harus selalu berjalan seiring dengan karakter yang kuat.
Bagi Margareta Ginanti, hidup bukanlah perlombaan tentang siapa yang paling cepat sampai.
Karena dari langkah-langkah kecil yang dilakukan dengan ketulusan dan ketekunan, perubahan besar perlahan akan tercipta.
Source image: Margareta Ginanti












