Maita Zannahtu Rasni, S.IP, Berbuat Baiklah Pada Dirimu dengan Makan yang Baik, dan Dengan Menabung Otot

Nosel.id Jakarta- Lahir dan besar di Sukabumi, kabupaten terluas di Jawa dan Bali.

Maita Zannahtu Rasni tumbuh dengan jiwa yang sama luasnya dengan tanah kelahirannya.

Sukabumi adalah kota yang menghadirkan kenyamanan bagi siapa pun yang singgah: udaranya sejuk, orang-orangnya hangat, dan alamnya menyimpan banyak cerita.

Dari kota penuh makna inilah karakter Maita ditempa, dan ia belajar bahwa ketenangan hati sering kali berakar dari lingkungan tempat seseorang tumbuh.

Kini, Maita mengabdi sebagai ASN di Pemerintahan Kabupaten Sukabumi.

Di balik ketegasannya bekerja sebagai abdi negara, ia menemukan dunia lain yang tak kalah penting dalam hidupnya: dunia gym.

Awalnya, ia masuk ke dunia fitness karena pengaruh pasangannya.

Namun alasan yang membuatnya bertahan justru lahir dari sosok yang paling ia cintai—ibunya.

Ibunya pernah berjuang melawan kanker hingga akhirnya sembuh.

Perjalanan panjang itu membuka kesadaran baru bagi Maita: bahwa olahraga bukan hanya tentang bentuk tubuh, melainkan tentang perlawanan.

Otot adalah musuhnya kanker,” ujarnya. Dari situlah motivasinya muncul.

Ia ingin memperkuat tubuh sebagai bentuk penghargaan pada kesehatan, sekaligus wujud bakti pada ibunya.

Bagi Maita, berolahraga adalah bentuk pencegahan, bukan hanya pengobatan ketika semuanya sudah terlambat.

Dalam rutinitasnya, Maita merasakan 90% kebahagiaan yang sulit dijelaskan.

Ada kepuasan setiap kali ia berhasil melawan rasa malas, ada kegembiraan saat otot mulai tumbuh, ada rasa bangga ketika target kecilnya, sekecil apapun berhasil dicapai.

Meski demikian, dunia gym bukan tanpa duka.

Ada hari-hari ketika ia gagal mencapai PR, atau ketika latihan tak bisa diselesaikan hingga failure seperti yang diharapkan.

Namun bagi Maita, semua itu justru bagian dari perjalanan. Ia berlatih tiga hingga empat kali seminggu, minimum dua kali saat pekerjaan sedang padat—komitmen yang jarang dimiliki banyak orang.

Sebagai personal trainer, ia juga membawa semangat yang sama kepada klien-kliennya. Ia ingin mereka merasakan apa yang ia rasakan: bahwa tubuh adalah harta paling berharga, dan menjaga tubuh adalah bentuk syukur yang tidak bisa ditawar.

Harapan Maita sederhana namun penuh makna. Ia ingin keluarganya sehat dan panjang umur.

Ia ingin terus maksimal mengabdi sebagai ASN dan membawa perubahan positif melalui pekerjaannya.

Ia ingin ekonominya cukup, bukan berlebih. Yang terpenting, ia ingin tetap sehat hingga tua.

Tetap berlatih, tetap bergerak, tetap menjaga apa yang telah ia bangun selama ini.

Pada akhirnya, ia menitipkan pesan untuk siapa pun yang membaca kisahnya:

Hargai dirimu, terutama tubuhmu. Kasihan kalau tidak kamu latih, karena satu-satunya yang benar-benar kamu miliki hanyalah tubuhmu.

Saat tubuhmu sakit, kamu akan merasa tidak berdaya. Maka, berbuat baiklah pada dirimu dengan makan yang baik, dan dengan menabung otot.”

Sebuah pesan sederhana, namun lahir dari perjalanan panjang yang penuh perjuangan dan cinta.

 

 

Source image: maita

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *