Nosel.id Jakarta- Bagi Madalina Zahara, Bogor bukan sekadar titik lahir, ia adalah tempat di mana hatinya tumbuh, melebar, dan menemukan bentuknya.
Selama 21 tahun tinggal di kota yang dijuluki Kota Hujan ini, Madalina merasakan bahwa setiap rintiknya seperti irama lembut yang membesarkan dirinya.
Bogor memberikannya masa kecil yang hangat, rumah yang penuh tawa, serta pelukan keluarga yang menjadi jangkar setiap kali hidup terasa melelahkan. Di sinilah jiwanya selalu kembali pulang.
Saat ini Madalina menjalani hari-hari yang padat sebagai pekerja di bidang F&B sambil menyelesaikan kuliah.
Aktivitas yang tak pernah berhenti itu kadang membuat tubuh lelah dan pikiran penuh.
Namun justru dari ritme tersebut ia belajar disiplin, tumbuh, dan memahami batas dirinya.

Ketika semuanya terasa berat, ia memilih melangkah menjauh sejenak, mencari udara yang lebih jernih, dan tempat yang mampu merapikan hening di dalam kepala.
Salah satu pelariannya adalah hiking. Baginya, menyusuri jalur alam yang sunyi adalah cara terbaik untuk kembali bernapas.
Setiap langkah di tanah yang dingin memberi ruang bagi hati untuk rapi kembali, seolah semesta menghapus kusutnya perlahan.
Belakangan, ia juga menemukan kenyamanan baru: membaca buku. Dari halaman-halaman yang tenang itu, Madalina belajar tentang dunia, manusia, dan dirinya sendiri.
Buku menjadi jeda, ruang kecil yang tak banyak orang tahu ia butuhkan.
Dari hiking dan membaca, ia menemukan versi dirinya yang paling jujur versi yang sering hilang ketika tenggelam dalam rutinitas.
Alam memberinya ruang untuk berhenti, sementara buku memberinya dunia untuk ditinggali sementara waktu. Namun ia sadar, tak semua waktu ramah.
Ada hari ketika tubuh terlalu lelah, atau jadwal terlalu sempit. Dari situlah ia belajar bahwa keindahan selalu datang dengan usaha, dan ketenangan seringkali harus diperjuangkan.
Menurutnya, menikmati hidup bukan soal pergi ke tempat jauh atau melakukan hal besar.
Enjoyable life adalah tentang memberi izin kepada diri sendiri untuk berhenti sejenak. Mendengarkan tubuh, merawat hati, dan memilih hal-hal kecil yang membuat jiwa terasa ringan.
Madalina menyimpan harapan-harapan lembut untuk dirinya: semoga keluarga selalu sehat dan hangat, karier dan studi dimudahkan jalannya, dan rezeki datang dalam bentuk yang berkah dan cukup.

Ia berharap tubuhnya kuat, langkahnya dijaga, dan hatinya tenang.
Madalina ingin terus dipertemukan dengan orang-orang baik yang membuat hidup terasa ringan.
Dan ia berharap tahun-tahun ke depan membawanya pada lebih banyak keberanian, kebijaksanaan, dan alasan untuk tersenyumbahkan pada hari-hari yang sunyi.
Pada akhirnya, Madalina percaya bahwa hidup bukan tentang memenuhi keinginan semua orang.
Hidup adalah keberanian untuk jujur pada diri sendiri, dan memilih jalan yang membuatmu benar-benar pulang pada dirimu sendiri.
Source image: madalina









