Nosel.id Jakarta- Lusy Heksa memiliki darah Sunda, namun lahir dan besar di Kota Ambon.
Sebagai anak dari seorang TNI, ia mengikuti tugas orang tuanya di wilayah timur Indonesia, sebuah pengalaman yang membentuknya menjadi pribadi yang kuat dan mandiri.
Hidup di kompleks yang terletak di depan pantai membuat masa kecilnya begitu menyenangkan dan penuh kenangan.
Suasana yang hangat, lingkungan yang erat, dan keberagaman budaya yang kaya menjadi bagian dari jiwanya.
Setelah lulus SMA pada tahun 1995, ia pindah ke Jakarta dan mulai beradaptasi dengan kehidupan ibu kota. Salah satu tantangan uniknya adalah menyesuaikan gaya bicara.
Nada bicaranya yang tinggi dan penuh semangat sering kali disalahartikan sebagai marah atau menantang, sesuatu yang menjadi bagian dari dirinya yang autentik.
Saat ini, Lusy bekerja di Sampoerna University di bidang pendidikan, namun passion terbesarnya ada di dunia olahraga.
Sejak dulu, ia gemar melakukan berbagai aktivitas fisik seperti zumba, yoga, pilates, lari, dan bersepeda.
Tahun 2019, ia menemukan Pound, sebuah olahraga berbasis kardio yang menggabungkan gerakan dinamis dengan irama musik menggunakan Ripstix.
Sayangnya, pandemi COVID-19 menghentikan aktivitas olahraga secara offline, yang membuatnya harus mencari cara lain untuk tetap aktif.
Ia pun kembali menekuni Pound melalui kelas online, yang akhirnya membantunya keluar dari tekanan dan stres akibat isolasi sosial.

Pada tahun 2022, Lusy memutuskan untuk mengambil lisensi sebagai Pound Pro dan mulai mengajar secara profesional.
Bersama rekannya, Cella, ia membentuk komunitas PoundSturling, yang kini berkembang menjadi wadah bagi mereka yang ingin berolahraga sambil bersenang-senang.
Saat ini, ia menyeimbangkan pekerjaannya di dunia korporat dengan passion di dunia Pound, mengatur waktu sebaik mungkin agar keduanya berjalan dengan harmonis.
Sebagai seorang single parent, Pound bukan sekadar hobi bagi Lusy. Pound adalah media pelepasan stres, sumber penghasilan tambahan, serta cara untuk memperluas jaringan pertemanan.
Bergabung dengan komunitas Pound Posse, ia menemukan keluarga baru yang mendukung dan saling menyemangati.
Selain itu, hobi ini juga membantunya mengisi kekosongan setelah anaknya merantau untuk bekerja sebagai geologist.
Meskipun kesibukan kerja sering menyita waktu, ia tetap berusaha menyisipkan latihan di sela-sela jam istirahatnya.
Menghafal koreografi sudah menjadi bagian dari kebiasaannya, sehingga muscle memory sangat membantunya dalam mempersiapkan diri sebelum mengajar di atas panggung.
Bagi Lusy, menjadi perempuan kuat dan mandiri, baik secara mental maupun finansial, adalah prinsip hidup yang selalu ia pegang.
Ia ingin terus menyebarkan energi positif di sekitarnya dan mengingatkan bahwa peluang bisa datang dari mana saja, tergantung bagaimana kita memanfaatkannya.

Harapannya sederhana namun mendalam:
“Semoga selalu sehat, bahagia, dan diberkahi lahir batin, dunia dan akhirat.
Be happy, be healthy, be positive, and be YOU. Build your own confidence.
Sehat lahir batin dunia akhirat.”
Lusy percaya bahwa kebahagiaan dan kesehatan adalah kunci untuk menjalani hidup yang berkualitas.
Dengan percaya diri dan tetap menjadi diri sendiri, setiap orang bisa mencapai versi terbaik dari dirinya.
Source image: lusy














