Nosel.id Jakarta- Lucia Tri Anjela lahir dan tumbuh di Payakumbuh, sebuah kota yang selalu punya ruang rindu di hatinya.
Di sanalah jejak masa kecilnya tertinggal, suasana alam yang asri dan sejuk, keluarga yang hangat, serta kenangan-kenangan sederhana yang kini menjadi energi besar dalam langkah hidupnya.
Payakumbuh baginya bukan sekadar kampung halaman, tetapi tempat yang mengajarkannya arti pulang, arti keluarga, dan arti bersyukur.
Menempuh pendidikan sarjana ekonomi, Lucia tumbuh sebagai perempuan yang tak hanya mandiri, tetapi juga berani mencoba banyak hal.
Kini ia bekerja di perusahaan swasta dengan ritme kerja yang cukup fleksibel, membuatnya tetap bisa mengembangkan sisi kreatif melalui dunia media sosial.
Di balik layar kamera ponsel, Lucia menikmati setiap proses pembuatan konten, menerima endorsement, dan menjadikan hobinya sebagai ruang berekspresi sekaligus sumber penghasilan tambahan.
Ketika banyak orang menganggap pekerjaan di media sosial itu “sekadar main handphone”, Lucia justru membuktikan hal sebaliknya.

Ia bisa meraih pemasukan yang bahkan dapat menutup gaji UMR selama dua hingga tiga bulan ketika endorse sedang ramai.
Bagi Lucia, ini bukan hanya pekerjaan, ini hobi yang menghasilkan, pekerjaan yang ia jalani dengan hati senang.
Meski begitu, ada juga duka dan tantangannya.
Masih banyak yang menyepelekan pekerjaan di dunia digital, membandingkan dengan pekerjaan kantoran yang dianggap lebih “jelas”.
Namun Lucia tetap berdiri tegak. Ia tahu nilai dan kapasitas dirinya. Ia tahu apa yang sedang ia bangun.
Dan ia tahu setiap langkahnya sedang menuju masa depan yang ia impikan.
Dalam mengatur waktu, Lucia selalu memastikan semua pekerjaan tertata dengan rapi. Ia tidak ingin menjalaninya tergesa-gesa.
Sebelum menerima job, jadwalnya sudah ia susun, memastikan tidak ada pekerjaan yang bentrok. Di balik senyumnya yang ramah, sebenarnya ada disiplin tinggi yang ia pegang erat.
Kini Lucia tengah belajar dan merintis usahanya sendiri. Keinginan untuk memiliki bisnis sudah lama ia simpan dalam hati, dan pelan-pelan mulai ia wujudkan.
Harapannya sederhana namun penuh keteguhan: ia ingin menjadi wanita karir yang berhasil, bisa membahagiakan keluarga.
Berbagi dengan orang-orang yang ia cintai, dan kelak dipertemukan dengan pasangan yang serius, yang menyayanginya hingga akhir hayat.

Untuk siapa pun yang membaca kisahnya, Lucia punya pesan yang dalam:
“Beribu orang boleh tidak yakin pada diri dan mimpimu, tapi kamu jangan menjadi salah satunya. Jadilah orang yang paling percaya dan yakin pada dirimu sendiri.”
Sebuah pesan sederhana, namun lahir dari perjalanan yang tidak sederhana. Sebab bagi Lucia, hidup adalah tentang percaya, bertumbuh, dan tidak pernah berhenti mencoba.
Source image: lucia












