Nosel.id Jakarta-Lara WS berasal dari Kota Padang, kota yang ia sebut sebagai rumah penuh cinta dan pelajaran hidup.
Bagi Lara, Padang bukan sekadar tempat lahir, melainkan ruang tumbuh yang membentuk karakternya dengan keluarga yang hangat, kasih sayang yang kuat, dan nilai-nilai kehidupan yang terus ia pegang hingga hari ini.
Dari sanalah Lara belajar tentang ketulusan, keteguhan, dan arti perjuangan.
Perjalanan karier Lara di dunia Make Up Artist (MUA) bukanlah proses yang instan. Ia memulainya sejak masih gadis, di masa awal kuliah.
Saat itu, Lara kuliah sambil bekerja di salah satu brand kosmetik. Dari lingkungan kerja itulah ia mulai mengenal dunia rias secara lebih dekat.

Tak berhenti belajar, Lara juga pernah menjadi asisten MUA, menjalani hari-hari dengan membagi waktu antara kuliah, bekerja, dan membantu para profesional.
Meski tidak menempuh pendidikan formal kecantikan, Lara belajar secara otodidak, mengasah kemampuan dengan latihan tanpa henti dan pengalaman langsung di lapangan.
Tangannya ditempa oleh proses, dan mentalnya dikuatkan oleh kenyataan.
Menjadi MUA, model, konten kreator, sekaligus istri bukanlah peran yang ringan.
Lara dengan jujur mengakui bahwa suka duka yang ia lalui sangatlah banyak.
Jatuh bangun, cacian, diremehkan, dikecewakan, hingga merasa tidak dihargai semuanya pernah ia rasakan.
Namun justru dari situ Lara belajar bahwa dunia MUA menuntut mental yang kuat dan kreativitas yang terus diasah. Baginya, bertahan adalah bentuk keberanian.
Dalam mengelola banyak peran, Lara belajar disiplin mengatur waktu: waktu bekerja sebagai MUA, waktu beristirahat, waktu membuat konten, waktu menjadi model, dan waktu sebagai istri.
Dunia modeling sendiri sudah ia jalani sejak SMP, meski sempat vakum selama lima tahun pernikahan karena menjalani program kehamilan.
Hingga usia pernikahan memasuki tahun ke-10 dan belum juga diberi amanah, Lara memilih bangkit, berdamai dengan takdir, dan kembali melanjutkan langkahnya di dunia MUA, modeling, serta mulai serius menjadi konten kreator sejak akhir tahun 2023.
Sebagai seorang Bhayangkari hampir satu dekade, Lara merasa bersyukur memiliki suami yang baik dan selalu mendukung setiap aktivitas positif yang ia jalani.
Dukungan itu menjadi salah satu sumber kekuatannya untuk terus maju tanpa rasa takut.
Harapan terbesar Lara sederhana namun bermakna.
Ia ingin menjadi MUA profesional yang tidak hanya memiliki skill mumpuni, tetapi juga hati yang baik.
Ia juga berharap bisa berkembang sebagai konten kreator yang bermanfaat—membagikan hal-hal positif dan menghibur banyak orang.
Selama fisik masih mendukung, dunia modeling pun masih ingin ia jalani sebagai bagian dari proses berkarya.
Untuk keluarga, Lara berharap dukungan yang tak pernah putus, karier yang semakin melejit dengan gebrakan kreatif, rezeki yang berlimpah agar bisa membahagiakan orang-orang tercinta, serta kesehatan yang terus menyertai.

Menutup kisahnya, Lara WS meninggalkan pesan yang kuat bagi siapa pun yang sedang berjuang:
“Dipandang buruk, diremehkan, dan disakiti orang lain tidak menutup kemungkinan keberhasilanmulah yang akan membalasnya.”
Kisah Lara adalah pengingat bahwa luka tidak selalu melemahkan.
Bagi mereka yang bertahan, luka justru bisa menjadi bahan bakar untuk bersinar lebih terang.
Source image: lara














