Nosel.id Jakarta — Bagi Lala Chan, Bandung bukan sekadar kota tempat ia dibesarkan, tetapi seperti “kota surga” yang menyimpan banyak kenangan. Suasananya yang sejuk, masyarakat yang ramah, serta keluarga yang hangat membuat Bandung selalu memiliki tempat istimewa di hatinya.
Ayah Lala merupakan seorang PNS di Universitas Padjadjaran (Unpad). Sejak kecil, ia kerap diajak berada di lingkungan kampus tersebut. Dari sana tumbuh impian untuk bisa berkuliah di Unpad.
Alhamdulillah, Lala berhasil mewujudkannya melalui jalur SNMPTN di S1 Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Administrasi Bisnis, kemudian melanjutkan pendidikan Magister Manajemen di Unpad.
Ketertarikannya pada investasi valuta asing bermula ketika ia bekerja sambil menyelesaikan pendidikan S2. Saat itu, ia bekerja bersama seorang pimpinan asal Singapura yang mengenalkannya pada dunia trading valas.
Dari pengalaman tersebut, Lala mulai mempelajari pergerakan pasar, analisis teknikal, hingga berita fundamental yang sangat memengaruhi pasar.
Menurutnya, trading bukan sesuatu yang bisa dilakukan tanpa ilmu. Dibutuhkan kemampuan membaca kondisi pasar dan menentukan kapan harus membeli atau menjual. Tanpa pemahaman yang baik, risiko kerugian tentu sangat besar.
Kini, pengalaman tersebut menjadi bekal berharga bagi Lala, terutama setelah ia menjalani peran sebagai seorang ibu.
Ketika memiliki bayi dan toddler yang membuatnya harus berhenti bekerja di kantor, ilmu yang dimilikinya justru membuka peluang untuk tetap produktif dari rumah.
Bagi Lala, menjadi ibu tidak berarti harus berhenti berkembang. Dengan terus belajar dan mengasah kemampuan, seorang perempuan tetap bisa mandiri secara finansial sekaligus hadir untuk buah hati.
Ia pun memiliki harapan agar semakin banyak perempuan berani mengembangkan potensi dan passion yang dimiliki.
“Kerja cerdas itu saat kamu bisa memeluk buah hati di satu tangan, dan memantau profit valuta asing di tangan satunya. Rebahan menghasilkan, kenapa harus macet-macetan?”
Menurut Lala, ilmu dan kemauan untuk terus belajar dapat mengubah waktu di rumah menjadi sesuatu yang produktif.
“Menjadi ibu yang selalu ada untuk anak, sekaligus wanita mandiri dengan penghasilan yang melampaui gaji kantoran.”
Source image: Lala Chan
