Nosel.id Jakarta- Saya lahir di Jakarta, tepatnya di RS Kesdam TNI Jaya, Cijantung. Jakarta bagi saya bukan sekadar tempat kelahiran, tetapi juga tempat saya tumbuh dan belajar banyak hal tentang kehidupan.
Dari keluarga dan lingkungan, saya belajar tentang kerja keras, tanggung jawab, sekaligus pentingnya menjadi pribadi yang mandiri.
Latar belakang pendidikan saya sebenarnya berada di bidang kesehatan. Namun, perjalanan hidup kemudian membawa saya masuk ke dunia bisnis.
Dari pengalaman menjalankan bisnis, saya menyadari bahwa banyak persoalan yang tidak cukup hanya dipahami dari sisi bisnis, tetapi juga membutuhkan pemahaman hukum. Karena itulah saya memutuskan untuk melanjutkan pendidikan di bidang hukum.
Perjalanan tersebut mungkin terlihat berliku, tetapi saya percaya setiap fase dalam hidup memiliki proses dan pelajarannya masing-masing.
Tidak semua jalan harus lurus untuk membawa kita sampai pada tujuan.
Menjalani berbagai peran membuat saya bertemu dengan banyak orang dan menghadapi beragam persoalan.
Salah satu hal yang saya sukai adalah ketika bisa membantu seseorang menemukan jalan keluar atau solusi dari masalah yang sedang mereka hadapi.
Namun, tentu ada pula masa-masa sulit, terutama ketika berhadapan dengan persoalan yang cukup berat.
Saya sendiri pernah mengalami kegagalan dalam bisnis. Dari sana saya belajar bahwa kegagalan bukan akhir dari perjalanan.
Kegagalan justru bisa menjadi ruang untuk mengevaluasi diri, belajar lebih banyak, dan menemukan kekuatan yang sebelumnya tidak kita sadari.
Untuk membagi waktu di tengah berbagai aktivitas, saya berusaha disiplin menentukan prioritas. Saya juga membuat konten berdasarkan pengalaman dan hal-hal yang memang saya jalani dalam kehidupan sehari-hari.
Bagi saya, sesuatu akan terasa lebih bermakna ketika dibagikan bukan sekadar sebagai teori, tetapi sebagai pengalaman yang benar-benar pernah dilewati.
Ke depan, saya ingin hidup dengan sehat, melihat keluarga selalu dalam keadaan baik, terus mengembangkan karier, dan memastikan apa pun yang saya lakukan dapat memberikan manfaat bagi orang lain.
Saya juga memiliki mimpi untuk mendorong lebih banyak perempuan agar menjadi pribadi yang kuat, mandiri, dan berani menentukan pilihan hidupnya sendiri.
Saya ingin perempuan memahami bahwa perjalanan hidup tidak selalu berjalan sesuai rencana.
Kita boleh mengalami kegagalan, kehilangan, bahkan harus memulai kembali dari awal. Tetapi semua itu tidak menentukan nilai diri kita.
Saya pernah gagal dalam pernikahan dan bisnis. Namun, pengalaman tersebut mengajarkan saya bahwa hidup tidak selesai hanya karena kita pernah jatuh.
Selalu ada kesempatan untuk bangkit, belajar, dan memulai kembali dengan versi diri yang lebih kuat.
“Perempuan boleh jatuh, boleh menangis, tapi jangan berhenti. Bangkit, belajar, dan mulai lagi.”
Source image: Dewi Tampubolon
