Nosel.id Jakarta- Bagi Julia Ratna Q, Yogyakarta bukan sekadar kota kelahiran.
Jogja adalah rumah tempat di mana kenangan masa kecil tumbuh, nilai-nilai kehidupan tertanam, dan rasa pulang selalu menemukan maknanya.
Lahir dan besar di Jogja membuatnya akrab dengan suasana hangat, kesederhanaan, serta kedamaian yang hingga kini masih ia rasakan dalam setiap langkah hidupnya.
Hari-hari Julia saat ini banyak ia dedikasikan untuk keluarga.
Mengurus anak dan suami adalah kesibukan utamanya.
Di sela waktu luang, ia memilih berolahraga atau menghabiskan waktu bersama anak-anak, momen sederhana yang baginya sangat berharga.
Kebersamaan, tawa kecil, dan kehadiran utuh menjadi cara Julia merawat ikatan keluarga.
Namun perjalanan hidup Julia tidak selalu berjalan mudah.
Januari 2025 menjadi salah satu fase terberat dalam hidupnya, saat ia harus merelakan kepergian buah hatinya karena sakit leukemia.
Luka itu ada, dan akan selalu menjadi bagian dari dirinya.
Meski demikian, Julia belajar berdamai dengan kehilangan, bukan dengan melupakan, tetapi dengan terus menumbuhkan cinta, makna, dan kekuatan dari apa yang pernah ia miliki.

Dari pengalaman hidupnya, Julia meyakini bahwa keharmonisan keluarga dibangun dari hal-hal yang sering kali terlihat sederhana: menciptakan suasana rumah yang nyaman, menurunkan ego, serta saling memaafkan.
Baginya, rumah bukan tentang kemewahan, melainkan tentang rasa aman dan kehangatan yang diciptakan setiap hari.
Harapan Julia pun sederhana namun mendalam: semoga selalu diberi kesehatan agar bisa terus berkumpul bersama orang-orang tersayang.
Karena setelah segala yang dilalui, kebersamaan adalah anugerah yang tak ternilai.

Satu kalimat yang selalu ia pegang dan mencerminkan perjalanan hidupnya adalah:
“Rumah yang hangat lahir dari ibu yang penuh cinta.”
Sebuah kutipan yang bukan hanya kata-kata, tetapi refleksi dari keteguhan, kelembutan, dan cinta seorang perempuan bernama Julia Ratna Q.
Source image: julia














