Nosel.id Jakarta- Asal Lamongan, Jawa Timur, Jennifer Tandean tumbuh di kota kecil yang dikenal luas karena Soto Lamongan dan Pecel Lele.
Namun di tengah ragam kuliner khas itu, hatinya justru tertambat pada satu makanan sederhana: mie ayam.
Di kota manapun ia berada, semangkuk mie ayam selalu jadi tujuan pertama, seolah menjadi pengingat hangat tentang rumah.
Jennifer dibesarkan dalam dua budaya: Tionghoa dari sang papa yang berasal dari Obi, Maluku Utara, dan Jawa dari sang mama yang asli Lamongan.
Perpaduan dua identitas ini membentuk Jennifer sebagai pribadi yang hangat, adaptif, dan mudah menyatu dengan lingkungan baru.
Sejak kecil hingga SMA ia menghabiskan hidup di Lamongan, kemudian merantau kuliah ke Surabaya.
Usai lulus, ia sempat mencoba peruntungan bekerja di Jakarta.
Namun setelah beberapa bulan ia memutuskan kembali ke Surabaya, kota yang memberinya rasa nyaman sekaligus ruang untuk bertumbuh.
Kini, hari-harinya banyak diisi dengan traveling.
Diam-diam ia menyimpan keinginan untuk menjadi content creator, terutama karena sejak SMA ia sudah akrab dengan dunia perjalanan.

Dua kakaknya yang hobi menjelajah akhirnya membuat Jennifer turut hanyut dalam dunia itu. Yang awalnya hanya mencoba, kini justru menjadi kecintaan.
Dari gadis yang dulu penakut, ia kini menjelma perempuan yang berani bepergian seorang diri, bahkan sering melakukan solo traveling.
Salah satu perjalanan paling berkesan adalah saat ia pulang kampung ke Obi pada 2024.
Itu menjadi pertama kalinya ia menjejakkan kaki di Indonesia Timur dan sempat mengalami sedikit culture shock.
Dari kakaknya yang gemar berpetualang, Jennifer mengenal Banda Neira, surga kecil yang selalu membuatnya penasaran.
Mumpung sedang di Maluku, ia akhirnya memutuskan untuk sekalian pergi ke Banda Neira, sendirian.
Keputusan itu mengubah banyak hal. Dari perjalanan solo itu ia belajar mengenal dirinya lebih dalam, lebih peka terhadap keadaan sekitar, dan lebih berani mengambil langkah.
Banda Neira menjadi tempat yang bukan hanya indah, tapi meninggalkan kesan emosional yang sangat kuat dalam hidupnya.
Bagi Jennifer, traveling hampir tak punya sisi duka. Ia mencintainya sepenuh hati.
Perjalanan membawanya memahami keragaman budaya Indonesia, memperluas jaringan pertemanan, mengajarkannya keluar dari zona nyaman, dan bahkan mempertemukannya dengan pasangan yang kini mendampinginya.
Semua terjadi saat ia sedang melakukan hal yang paling ia cintai.
Harapannya sederhana: suatu hari nanti ia ingin menjelajahi seluruh Indonesia, terutama Indonesia Timur yang kini menjadi rumah baru bagi hatinya.

Dan bagi siapa pun yang masih ragu memulai perjalanan seorang diri, Jennifer punya pesan:
“Coba deh solo traveling. Tidak semenakutkan itu kok. Kalau takut, ya diberaniin aja.
Pada awalnya pasti ada rasa was-was, tapi lama-lama kamu akan terbiasa dan justru menemukan banyak hal yang tidak pernah kamu bayangkan.”
Source image: Jennifer













