Nosel.id Jakarta- Tinggal di perbatasan Semarang yang masih dikelilingi suasana asri, sejuk, serta hamparan gunung dan sawah, Jeannezii Putri Dharmadjie tumbuh dengan cara pandang yang kuat tentang kehidupan.
Bagi perempuan yang akrab disapa Jean ini, tempat ia lahir bukan sekadar rumah, tetapi juga ruang yang membentuk ketenangan, semangat, dan keteguhan dirinya dalam menjalani banyak peran.
Jean berasal dari keluarga broken home. Namun, pengalaman tersebut tidak membuatnya merasa kekurangan kasih sayang.
Ia justru merasa kedua orang tuanya tetap menjalankan peran dengan penuh tanggung jawab.
Kehangatan dan dukungan dari keluarga menjadi salah satu kekuatan terbesar yang membuatnya terus berani melangkah, meski hidup tidak selalu berjalan sesuai rencana.
Saat ini, Jean tengah melanjutkan pendidikan di salah satu kampus ternama di Semarang.
Di tengah kesibukan kuliahnya, ia juga aktif menekuni dunia modeling dan menjadi muse sejak tahun 2019.
Perjalanan tersebut membawanya mengenal banyak pengalaman baru, membangun kepercayaan diri, serta belajar untuk bertanggung jawab terhadap setiap kesempatan yang datang.
Tidak hanya berhenti di dunia pendidikan dan modeling, Jean juga mengelola usaha kecil-kecilan.

Hari-harinya pun dipenuhi berbagai aktivitas, mulai dari menemani Bang Hotman menjalani sidang, menyelesaikan tugas kuliah, menjalankan pekerjaan, hingga mengurus usaha yang sedang ia bangun.
Bagi Jean, hidup dengan jadwal yang padat memang melelahkan, tetapi semua itu tetap terasa seru karena ia sedang berjuang untuk masa depannya sendiri.
Kesibukan tersebut tentu memiliki sisi lain. Jean mengakui bahwa ia harus kehilangan banyak waktu bersama teman-teman, termasuk kesempatan untuk sekadar berlibur dan menikmati waktu santai.
Aktivitasnya yang padat juga sempat memengaruhi kehidupan percintaannya. Hingga kini, ia masih belum tahu kapan akan menemukan pasangan yang tepat. Namun, ia memilih untuk tidak menjadikan hal itu sebagai beban.

Baginya, masa muda adalah waktu untuk mengumpulkan pengalaman, mengasah kemampuan, dan berani bekerja keras. Jean ingin menguras energi serta memaksimalkan potensi dirinya sebelum memasuki usia 30 tahun.
Setelah itu, ia berharap dapat menjalani hidup dengan ritme yang lebih tenang, sambil menikmati hasil dari perjuangan yang ia lakukan sejak muda.
Di balik seluruh ambisi dan kesibukannya, Jean memiliki harapan sederhana namun penuh makna. Ia ingin terus menjadi pribadi yang kuat, selalu diberkati Tuhan, serta mampu menjadi berkat bagi orang-orang di sekitarnya.
Keluarga menjadi prioritas utama dalam setiap langkahnya, terutama sang mama dan adiknya, Jessica.
Melalui kisahnya, Jean ingin mengingatkan generasi muda agar tidak menyia-nyiakan waktu. Menurutnya, masa muda sebaiknya digunakan untuk mengejar pendidikan, membangun impian, dan terus berkembang tanpa cepat merasa puas dengan pencapaian yang sudah diraih.
“Manfaatkan waktu muda kalian sebaik mungkin, kejar pendidikan, fokus pada impian, dan jangan mudah merasa puas dengan pencapaian.
Hidup kita adalah tanggung jawab kita sendiri. Gagal tidak apa-apa, tapi coba lagi,” pesan Jean.
Dengan semangat tersebut, Jeannezii Putri Dharmadjie membuktikan bahwa kesibukan bukan alasan untuk berhenti bermimpi.
Selama ada kemauan, dukungan keluarga, dan keberanian untuk mencoba kembali, setiap langkah kecil dapat menjadi jalan menuju masa depan yang lebih berarti.
Source image: Jeannezii Putri Dharmadjie







