Iseu Purnamasari: Belajar Mengalir, Menemukan Kembali Diri, dan Mensyukuri Hidup Apa Adanya

Nosel.id Jakarta- Lahir di Bandung, Iseu Purnamasari tumbuh dengan cerita masa kecil yang dinamis.

Ia terbiasa berpindah-pindah tempat, mengenal beragam lingkungan, hingga akhirnya menemukan makna “rumah” yang sesungguhnya, sebuah tempat yang sejuk, dengan warga yang ramah, serta keluarga yang hangat dan penuh cinta.

Bagi Iseu, rumah bukan sekadar lokasi, melainkan tempat untuk pulang, tempat di mana hati merasa tenang.

Kini, aktivitasnya lebih banyak dijalani di Bekasi, namun nilai-nilai tentang kehangatan keluarga tetap ia bawa ke mana pun ia melangkah.

Dalam fase hidupnya saat ini, Iseu memilih menjalani hari dengan lebih sederhana dan penuh kesadaran.

Kesibukannya tak lagi sekadar rutinitas yang padat, melainkan lebih kepada menikmati waktu, menunggu panggilan ibadah, serta perlahan kembali menekuni olahraga, kebiasaan yang dulu sempat ia jalani sebelum menikah.

Setelah melalui fase perceraian, ia bangkit dan mulai kembali aktif, menemukan ritme baru dalam hidupnya.

Bagi Iseu, olahraga bukan hanya soal fisik, tetapi juga menjadi cara untuk memulihkan diri baik secara mental maupun emosional. Ia merasakan tubuh yang lebih segar, pikiran yang lebih ringan, dan semangat yang kembali tumbuh.

Meski dengan candaan khasnya, ia mengakui ada “duka kecil” di balik hobi barunya, godaan untuk mengabadikan momen lewat foto-foto lari yang kadang membuat dompet ikut “terkuras”.

Namun, semuanya ia jalani dengan santai. Prinsipnya sederhana: let it flow, tanpa terlalu membebani pikiran dengan hal-hal yang tidak perlu.

Di balik kesederhanaan itu, tersimpan harapan yang tulus. Iseu ingin selalu diberikan kesehatan, tetap aktif menjalani hari, mampu merawat dan membesarkan anak dengan baik, serta dilancarkan rezekinya agar bisa terus berbagi dengan sesama.

Baginya, hidup yang berarti adalah hidup yang tidak hanya dinikmati sendiri, tetapi juga memberi manfaat bagi orang lain.

Pesan yang ia bagikan pun terasa dekat dan membumi.

Ia mengajak siapa saja untuk menjalani hidup apa adanya, tanpa terlalu sibuk membandingkan diri dengan orang lain.

Menurutnya, terlalu sering melihat ke atas hanya akan membuat seseorang merasa kurang dan terus mengejar tanpa henti.

Sesekali, penting untuk melihat ke bawah agar kita belajar bersyukur dan menikmati apa yang sudah dimiliki.

Kisah Iseu Purnamasari adalah tentang keberanian untuk bangkit, menerima, dan menjalani hidup dengan lebih ringan.

Iseu menunjukkan bahwa tidak semua hal harus direncanakan secara sempurna, terkadang, dengan mengalir saja, kita justru menemukan versi terbaik dari diri kita sendiri.

 

Source image: iseu