Intan J Yunus: Dari “Ien” yang Sederhana, Menjadi Cahaya di Balik Setiap Wajah yang Bersinar

Nosel.id Jakarta- Ada cerita menarik di balik nama yang kini dikenal banyak orang: Intan J Yunus.

Namun, ia lebih memilih dipanggil dengan nama sederhana Ien (dibaca: in). Nama itu bukan sekadar panggilan, melainkan bagian dari perjalanan hidupnya.

Berawal dari kebiasaan menulis inisial di Nota Dinas dengan gaya “alay” masa lalu, nama “Ien” justru melekat dan membawa keberuntungan tersendiri.

Selain unik, panggilan itu juga menyelamatkannya dari sebutan “Tan” yang sering membuatnya kurang nyaman.

Ien lahir di sebuah kota yang dikenal sebagai “kota padi”, dalam keluarga wirausaha yang bergerak di bidang salon dan sanggar wedding. Sejak kecil, dunia kecantikan sebenarnya sudah sangat dekat dengan hidupnya.

Namun takdir tidak selalu berjalan lurus. Ia harus kehilangan sosok ibunya di usia 3 tahun, lalu melanjutkan hidup bersama ibu sambung setelah sang ayah menikah lagi.

Meski tumbuh di lingkungan yang lekat dengan dunia makeup dan pernikahan, Ien justru memiliki mimpi yang berbeda. Ia ingin kuliah di jurusan komputer dan bekerja kantoran, jalan hidup yang terasa lebih “aman” dan pasti.

Mimpi itu ia jalani dengan penuh dedikasi. Selama kurang lebih 11 tahun, Ien mengabdikan diri sebagai karyawan di Percetakan Uang Republik Indonesia, sebuah pekerjaan bergengsi yang banyak diimpikan orang.

Namun, hidup kembali mengajarkan makna lain tentang ketahanan dan pilihan. Tahun 2001 menjadi titik balik ketika sang ayah mengalami kebangkrutan hingga rumah keluarga harus dijual.

Sebagai anak bungsu dari enam bersaudara dan satu-satunya perempuan, ia kemudian tinggal bersama kakak keduanya.

Di masa itulah, sebuah nasihat sederhana mengubah arah hidupnya. Kakak iparnya, yang memiliki latar belakang profesional di dunia kecantikan, menyarankan sesuatu yang kelak menjadi titik terang:

Uang itu tidak akan terasa, pasti cepat habis. Lebih baik dijadikan ilmu, supaya bisa dipakai seumur hidup.”

Ien yang terbiasa menurut, akhirnya mengambil langkah yang mungkin saat itu terasa biasa saja.namun berdampak luar biasa.

Ia mendaftar kursus hairstylist di Rudy Hadisuwarno, sambil tetap menjalani kuliah dengan bantuan beasiswa.Untuk makeup, ia belajar langsung dari kakak iparnya, bahkan ikut terjun sebagai asisten dalam berbagai proyek wedding.

Tanpa disadari, benih-benih masa depan mulai tumbuh.

Setelah lebih dari satu dekade bekerja di dunia korporat, Ien mengambil keputusan besar: pensiun dini di tahun 2016. Keputusan yang tidak mudah, terlebih harus melalui proses panjang hingga akhirnya disetujui atasan. Namun justru dari langkah berani itulah, hidupnya benar-benar berubah.

Ia kembali pada akar yang sempat ia abaikan,  dunia makeup dan hair styling.

Ilmu yang dulu ia pelajari dari “uang bagian rumah” ternyata menjadi bekal yang tak ternilai. Perlahan namun pasti, ia membangun kariernya.

Mengikuti berbagai workshop, seminar, hingga kelas privat, Ien terus mengasah kemampuannya. Tak hanya itu, semesta seolah membuka jalan: ia dipertemukan dengan guru-guru yang tulus berbagi ilmu, bahkan membuka pintu rezeki melalui jaringan klien yang terus berkembang.

Perjalanan itu bukan tanpa tantangan. Namun bagi Ien, setiap pengalaman baik yang menyenangkan maupun yang kurang mengenakkan selalu membawa pelajaran berharga.

Dan mungkin di situlah kekuatannya: melihat setiap momen sebagai berkat.

Hari ini, Ien berdiri sebagai sosok yang ia sendiri dulu tak pernah bayangkan. Dari keraguan, ia berproses. Dari keberanian mengambil risiko, ia menemukan jalannya.

Bahkan kesempatan demi kesempatan datang dengan cara yang tak terduga.mulai dari mengikuti kelas makeup ternama hingga diajak bergabung dalam tim profesional, semua seperti dirangkai oleh kebaikan yang datang silih berganti.

Seperti yang ia katakan dengan penuh makna:

Berangkat dari ragu, bertahan dengan usaha, sampai dipeluk oleh banyak kebaikan.”

Kini, harapan Ien sederhana namun dalam: diberikan kesehatan lahir dan batin, rezeki yang berkah, umur panjang, serta kesempatan untuk terus berkarya dan memberi manfaat bagi banyak orang.

Melalui Studio Makeup Ien, ia tak hanya mempercantik penampilan, tetapi juga menghidupkan kembali rasa percaya diri.

Baginya, setiap perempuan berhak bersinar hanya terkadang butuh sedikit sentuhan untuk mengembalikan cahayanya.

Beberapa klien dan portofolio Ien di majalah

Dan dengan semangat khasnya, ia menyampaikan pesan yang hangat dan penuh energi:

Aza aza fighting! Setiap orang punya warna hidupnya masing-masing. Kalau suatu saat warnamu terasa gelap atau redup, panggil aku ya.

Aku bantu kamu bersinar lagi, dengan lighting terbaik dan sapuan brush penuh cinta. Can’t wait to glow you up, ladies and girls!

Sebuah perjalanan yang membuktikan bahwa jalan hidup mungkin berliku, tetapi tak pernah salah arah selama kita berani melangkah dan percaya bahwa setiap proses punya makna.

 

 

Source image: ien

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *