Nosel.id Jakarta- Terlahir dan dibesarkan di Bali, Intan tumbuh di tengah keindahan alam, kekayaan budaya, dan suasana toleransi yang begitu terasa.
Ia bersyukur memiliki keluarga yang lengkap, hangat, penuh kasih, dan selalu memberikan ruang baginya untuk tumbuh.
“Bali bukan hanya rumah, tapi tempat yang membentuk caraku memandang hidup,” ujarnya.
Kini, Intan berada di masa-masa akhir koas sebagai dokter muda dalam program profesi dokter gigi.
Di tengah padatnya jadwal dan tuntutan akademik, ia masih sempat membantu usaha keluarga mengelola guest house dan villa di Bali.
Sebuah pengalaman yang justru membuatnya semakin terbiasa melayani, beradaptasi, dan memahami karakter banyak orang.
Intan mengakui bahwa perjalanan menjadi dokter gigi tidak selalu mudah.
Ada pandangan yang menganggap mahasiswa FKG hanya belajar tentang gigi, padahal kenyataannya jauh lebih kompleks.
“Kami tetap belajar anatomi seluruh tubuh, biaya kuliahnya besar, alat praktik mahal, bahkan harus mencari pasien hingga turun ke lapangan,” ceritanya sambil tersenyum.

Namun di balik semua tantangan itu, ia menemukan hal-hal yang membuat profesi ini justru semakin berarti.
Memahami karakter pasien, membantu mereka bukan hanya secara medis tetapi juga secara manusiawi, dan melihat senyum puas setelah perawatan selesai, hal kecil yang membuat semua lelah terasa terbayar.
Di setiap langkah, Intan selalu teringat pada perjuangan orang tuanya.
Ia menyimpan doa yang sederhana tapi penuh makna. Agar keluarganya selalu diberi kesehatan, dan ia bisa membalas semua kebaikan mereka begitu meraih gelar drg.
Impian Intan jelas, menyelesaikan ko-as, menjadi dokter gigi, membangun klinik dan usaha sendiri, serta memberikan manfaat sebesar mungkin bagi banyak orang.

Dan untuk siapa pun yang sedang berjuang seperti dirinya, Intan menitipkan pesan:
“Tak peduli di mana kita pertama kali membuka mata, selama kita mau melangkah, mimpi selalu punya ruang untuk tumbuh.
Batas bukan ditentukan dari mana kita bermula, tapi dari keberanian untuk terus berjalan meski dunia kadang tak ramah.
Selama kita tidak menyerah, setiap harapan akan menemukan jalannya.
Source image: intan














