Imania, Tuntaskan Apa yang Sudah Kita Mulai !

Nosel.id Jakarta- Imania lahir di Rantau Malam, Kalimantan Barat, dan tumbuh besar di Desa Tumbang Manggu, Kabupaten Katingan.

Ia dibesarkan dalam lingkungan budaya Dayak yang kental, sebuah daerah kecil di tengah-tengah Pulau Kalimantan, tempat tradisi masih terjaga dan listrik pada masa itu bahkan belum sepenuhnya menjangkau seluruh kawasan.

Jadi rindu pulang kampung,” candanya mengingat masa-masa itu. Kehidupan yang sederhana dan penuh nilai adat membentuk karakter Imania sejak kecil: kuat, bersahaja, dan selalu ingin melangkah lebih jauh.

Memasuki masa SMA, Imania mulai memiliki ambisi besar: ia ingin mengubah hidupnya dan keluar dari zona konservatif yang selama ini ia kenal.

Selepas lulus, ia mengambil keputusan besar merantau ke Kota Palangka Raya. Di sanalah perjalanan barunya dimulai.

Kuliah di pagi hari, bekerja shift malam di sebuah perusahaan retail, itulah ritme hidup yang ia jalani.

Jiwa pekerja dalam dirinya tidak pernah padam.

Ia percaya bahwa kesempatan tidak akan datang jika ia hanya menunggu.

Pada tahun 2019, usai lulus kuliah, ia mengikuti Job Fair salah satu perusahaan swasta di Palangka Raya.

Ia masih sangat muda dan baru menapaki dunia kerja, namun keberaniannya membuahkan hasil: ia diterima sebagai sales toko dengan status karyawan kontrak.

Bukan posisi yang tinggi, bukan pula pekerjaan yang nyaman, tetapi bagi Imania itulah awal langkah yang harus ia jalani.

Ambisinya tidak pernah berhenti. Dengan ketekunan dan kerja keras, ia terus membuktikan diri.

Perlahan tapi pasti, ia naik level, hingga akhirnya berhasil menjadi karyawan tetap di perusahaan yang sama.

Jauh dari keluarga memang berat,” ungkapnya, “tapi pekerjaan ini harus disyukuri, apapun keadaannya. Di luar sana belum tentu semua orang punya kesempatan.”

Baginya, pepatah lama itu benar adanya:
“Lebih baik capek kerja, daripada capek cari kerja.”

Tahun 2024 menjadi titik baru dalam hidupnya. Setelah bertahun-tahun fokus bekerja, ia merasa perlu ruang untuk bernapas.

Saat itulah ia menemukan running sebagai hobi baru. “Nggak tahu kenapa, kayaknya seru aja. Kita bisa me-time sama diri sendiri,” tuturnya.

Waktu liburnya hanya hari Minggu—itu pun sering terasa singkat. Tapi cinta pada lari membuatnya tetap konsisten.

Setiap pagi, pukul 05.00 hingga 06.30, ia sudah berlari sebelum akhirnya bersiap ke kantor pukul 07.00.

Kadang saat weekend, ia lari dari kantor hanya untuk bisa bertemu teman-teman komunitas.

Konsistensi itu bukan hanya terasa, tapi juga terbukti: tahun 2025, Imania berhasil menaklukkan Bank Jateng Borobudur Marathon 42,195K.

Sebuah pencapaian besar bagi seseorang yang memulai semuanya dari nol dari pelosok Kalimantan, dari hidup sederhana, dari kerja keras tanpa drama.

Di balik semua pencapaian itu, Imania selalu ingat satu hal: keluarga adalah alasan ia berjuang.

Tetap bersyukur, tetap berusaha biar balance dan sehat, karena rumah ternyaman adalah pulang,” ujarnya.

Ia belajar bahwa hidup bukan untuk dikejar sampai lupa arah. Hidup adalah tentang mengalir, tumbuh, dan memberi versi terbaik dari diri sendiri.

Bekerja itu untuk hidup, bukan hidup untuk bekerja. Sesibuk apa pun, tetap perlu nongkrong, healing, dan punya hobi.

Hidup itu harus dijalani, bukan hanya dituntaskan.” pesannya

 

 

Source image: imania

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *