Nosel.id Jakarta- Ima Risma Asfari berasal dari Lampung, tepatnya dari Tulang Bawang, Menggala, sebuah daerah yang menyimpan kenangan masa kecil penuh keceriaan. Saat kecil, Risma nyaris tak pernah berdiam diri di rumah.
Hari-harinya dihabiskan bermain bersama anak-anak tetangga yang usianya berdekatan, bahkan yang lebih kecil pun selalu ikut bergabung.
Beragam permainan tradisional menjadi bagian tak terpisahkan dari masa tumbuh kembangnya: bermain BP, lompat karet, kelereng, wayang, gobak sodor, ceplak, hingga berenang dan bermain di sungai.
Semua itu membentuk kenangan sederhana yang hangat dan rasa kebersamaan yang kuat.

Kini, peran hidup Risma beralih pada keluarga.
Ia menjalani keseharian sebagai ibu yang mengurus anak di rumah, sembari membangun usaha kecil-kecilan sebagai penopang ekonomi keluarga.
Dari dapur rumahnya, Risma membuka sistem pre-order makanan seperti otak-otak dan lumpia ubi, serta jasa titip kemplang khas Menggala, cita rasa kampung halaman yang ia bawa dengan penuh kebanggaan.
Seperti kebanyakan usaha rumahan, perjalanan yang ia jalani tak selalu mulus. Ada masa ramai, ada pula saat sepi.
Namun bagi Risma, pasang surut adalah bagian alami dari proses berusaha.
Ia menjalaninya dengan sabar dan senyum, percaya bahwa konsistensi dan niat baik akan selalu menemukan jalannya.
Harapan Risma sederhana namun penuh makna: memiliki usaha yang stabil, kondisi keuangan yang terjaga, kesehatan yang terus menyertai, sehingga ia bisa lebih sering menikmati waktu berkualitas dan bepergian bersama keluarga tercinta.

Sebagai pesan untuk para pembaca, Risma membagikan prinsip hidup yang ia pegang teguh:
Kita harus berarti untuk diri kita sendiri terlebih dahulu, sebelum menjadi orang yang berharga bagi orang lain.
Dari sanalah kekuatan, kepercayaan diri, dan makna hidup perlahan tumbuh.
Source image: risma














