Hilda Aprilia Pramesti, Setiap Pengorbanan Ibu adalah Bukti Cinta yang Tak Ternilai!

Nosel.id Jakarta- Hilda adalah anak dari Kota Purbalingga, Jawa Tengah, sebuah tempat yang membentuk dasar kepribadiannya yang sederhana dan hangat.

Kini, perjalanan hidup membawanya mengikuti sang suami ke sebuah daerah pegunungan yang ia gambarkan dengan penuh sukacita: sejuk, pemandangan indah, dan dikelilingi objek wisata.

Latar alam yang menenteramkan ini menjadi metafora sempurna untuk kehidupan barunya, jauh dari keramaian, fokus pada pertumbuhan yang sunyi namun berarti.

Sebelum menikah, Hilda adalah seorang wanita yang aktif bekerja. Namun, keputusan pernikahan membawa sebuah perubahan mendasar.

Atas permintaan dan kesepakatan dengan suami, ia memutuskan untuk fokus penuh menjadi Ibu Rumah Tangga (IRT).

Lebih baik menemani tumbuh kembang anak,” adalah kalimat sang suami yang ia terima bukan sebagai larangan, melainkan sebagai sebuah penghargaan atas peran terpentingnya.

Keputusan ini adalah penyelarasan nilai, di mana pengasuhan diakui sebagai investasi waktu dan cinta yang tak tergantikan.

Bagi Hilda, membangun keluarga yang harmonis bukanlah sebuah kebetulan, melainkan sebuah praktik sehari-hari.

Ia membagikan resepnya yang jitu: komunikasi yang terbuka dan jujur, saling mendukung, saling menghargai, dan yang tak kalah vital, meluangkan waktu untuk keluarga sesibuk apa pun.

Baginya, momen makan malam bersama, obrolan ringan sebelum tidur, atau sekadar berada di ruangan yang sama tanpa gadget, adalah fondasi kokoh yang menguatkan ikatan.

Ini adalah upaya sadar untuk mengisi ‘bank emosional’ keluarga setiap harinya.

Di balik semua kesibukan mengurus rumah dan anak, harapan Hilda tulus dan mendalam. Ia berdoa untuk dapat menjadi istri dan ibu yang baik bagi keluarganya.

Lebih dari sekadar baik, ia ingin menjadi tempat pulang ternyaman bagi suami dan anak-anaknya.

Sebuah konsep ‘rumah’ yang bukan hanya fisik, tetapi psikologis dan emosional, tempat di mana setiap anggota keluarga merasa sepenuhnya diterima, dipahami, dan dicintai.

Seluruh perjalanan dan pilihannya dirangkum dalam sebuah keyakinan yang ia pegang teguh:

“Setiap pengorbanan seorang ibu dan istri adalah bukti cinta yang tak ternilai harganya.

Kata-kata ini adalah penegasan bagi setiap pilihan kecil dan besar yang ia buat, dari bangun pagi menyiapkan sarapan hingga mendampingi anak belajar.

Hilda melihat pengorbanan bukan sebagai beban yang menguras, melainkan sebagai investasi cinta yang kelak akan berbuah pada kebahagiaan dan karakter anggota keluarganya.

Di pegunungan yang sejuk itu, setiap pengorbanannya adalah pupuk yang menyuburkan kebun harmoninya.

 

 

Source image: hilda

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *