Nosel.id Jakarta- Barabai, sebuah kota kecil di Kalimantan Selatan, menjadi titik awal perjalanan hidup Henita.
Kota yang dikelilingi alam asri dan pesona hijau itu membentuk karakter yang tenang, hangat, sekaligus kuat.
Tumbuh di lingkungan keluarga yang open minded dan penuh dukungan, Henita diberi ruang untuk mengenal, mengeksplorasi, dan menjadi dirinya sendiri tanpa rasa takut.
Kepercayaan itulah yang mengantarkannya mengambil keputusan besar di usia yang sangat muda.
Pada usia 17 tahun, Henita memilih merantau ke Banjarmasin seorang diri.
Bukan sekadar berpindah kota, tetapi melangkah menuju kedewasaan, belajar mandiri, bertanggung jawab, dan berdiri di atas kaki sendiri.

Perjalanan kariernya pun dimulai dari bawah.
Henita pernah bekerja di beberapa retail modern, menempa dirinya dalam dunia kerja yang menuntut ketangguhan, komunikasi, dan pelayanan yang baik.
Pengalaman tersebut menjadi fondasi penting hingga kini, saat ia bekerja sebagai admin konstruksi, posisi yang menuntut ketelitian, kemampuan berkomunikasi, dan kepekaan dalam melayani banyak kepentingan.
Di tengah kesibukan bekerja dan berkuliah, Henita tidak berhenti bermimpi. Ia tengah berusaha membangun side hustle, perlahan namun penuh kesadaran.
Baginya, bekerja dan belajar bukan beban, melainkan proses yang dijalani dengan hati yang bahagia.
Kunci dari semua itu adalah caranya memandang hidup.
Henita adalah pribadi yang senang belajar, tidak takut salah, dan selalu mencintai apa yang ia kerjakan.
Ia percaya bahwa rasa cinta terhadap proses membuat pekerjaan seberat apa pun tetap bisa dijalani dengan ringan dan penuh rasa syukur.
Kesalahan bukan sesuatu yang harus ditakuti, melainkan guru yang mengajarkan kedewasaan.
Dalam pandangannya, kemewahan hidup bukan tentang hal-hal besar yang dipamerkan, melainkan ketenangan batin.
Henita berharap dapat terus mempertahankan pola hidup yang baik dan semangat belajar yang konsisten.
Bagi Henita, kemewahan sejati adalah bisa tidur dengan nyenyak, bertumbuh dari hari ke hari, menikmati setiap proses, memiliki hati yang bersih, serta pikiran yang matang.
Pesan hidup yang ia pegang sederhana namun kuat:

“Mati cuma sekali, tapi hidup bisa berkali-kali. Terus melangkah dan belajar dari kesalahan agar tidak berputar di sana.”
Kisah Henita adalah cermin dari banyak anak muda Indonesia, berangkat dari kota kecil, berani merantau, jatuh-bangun dalam proses, dan perlahan menemukan makna hidupnya sendiri.
Ia mengajarkan bahwa hidup tidak harus selalu sempurna, tetapi harus dijalani dengan kesadaran, keberanian, dan hati yang jujur.
Source image: henita














