Nosel.id Jakarta- Hany Bee adalah sosok inspiratif yang berhasil mengubah hidupnya dari tantangan berat menjadi kesuksesan di dunia binaraga.
Lahir dan besar di Rarang Selatan, Lombok Timur (NTB), ia berasal dari keluarga dengan kondisi ekonomi yang sulit.
Sejak kecil, Hany harus bekerja membantu orang tuanya dan menghadapi berbagai tekanan, baik dari lingkungan sekitar maupun keluarganya sendiri.
Sebagai anak pertama dari dua bersaudara perempuan, Hany selalu diperlakukan berbeda dibandingkan anak laki-laki dalam keluarganya.
Orang tuanya berpikir bahwa anak laki-laki lebih bisa diandalkan untuk membantu ekonomi keluarga.
Tidak hanya itu, ia juga mengalami kekerasan fisik dari orang tuanya hingga usia 20 tahun dan sering menjadi korban perundungan oleh tetangganya.
Pada usia 15 tahun, Hany menikah dan memiliki anak pertama di usia 16 tahun. Namun, pernikahan itu berakhir dengan perceraian ketika ia berumur 18 tahun.
Hubungan dengan keluarganya pun semakin memburuk, hingga akhirnya pada usia 20 tahun, ia memutuskan untuk meninggalkan anaknya dan melarikan diri ke Bali pada tahun 2017.
Di sana, ia bekerja sebagai asisten rumah tangga selama sembilan bulan sebelum akhirnya mencari pekerjaan lain dan mencoba berbagai pengalaman hidup yang berbeda.
Hany mulai rutin berolahraga di gym pada tahun 2018, dengan tujuan awal seperti kebanyakan orang, yaitu memiliki bentuk tubuh ideal dan berat badan yang sehat.
Namun, empat tahun pertama ia tidak begitu serius dalam dunia fitness. Barulah pada tahun kelima, ia menyadari betapa ia mencintai gym, bukan sekadar sebagai hobi, tetapi sebagai gaya hidup dan passion yang ingin ia tekuni.
Dari situ, Hany memutuskan untuk mencoba tantangan baru dengan terjun ke dunia kompetisi binaraga sebagai atlet.
Meski tanpa dukungan dari keluarga, ia tetap berjuang dan menjalani persiapan ketat untuk kompetisi pertamanya.
Hany mengalami banyak kesulitan, termasuk hampir mengalami gangguan mental karena tekanan persiapan.
Ia menjalani diet ketat selama tiga bulan tanpa makan nasi, junk food, makanan berminyak, berlemak, atau bertepung, serta berlatih dua kali sehari dengan tambahan berjalan kaki sejauh 5 km setiap hari.
Meskipun penuh tantangan, Hany selalu bertawakal dan percaya bahwa kerja keras akan membuahkan hasil.
Kerja kerasnya akhirnya terbayar ketika ia memenangkan kompetisi pertamanya sebagai juara 1 di National Event KMCR Balinese Muscle pada Desember 2023.
Tak berhenti di situ, ia juga meraih berbagai prestasi lain, di antaranya 2 kali juara 4 di kompetisi nasional, Juara 3 di EIC International Competition 2024, Juara 2 di WFF International 2024, Juara 1 di WFF Miss Glamor 2024
Bagi Hany, kebugaran dan kesehatan fisik bukan hanya untuk perempuan, tetapi juga untuk semua orang, baik laki-laki maupun perempuan.
Ia percaya bahwa pola makan sehat dan olahraga adalah investasi untuk masa depan agar terhindar dari penyakit.
Hany memiliki harapan besar untuk masa depan, terutama untuk keluarganya. Ia ingin membuktikan bahwa perempuan juga bisa sukses, membanggakan, dan bertanggung jawab terhadap orang tua mereka.

“Tidak ada kata terlambat untuk memulai dan menggapai apa yang kamu inginkan,” ujar Hany.
Ia selalu percaya bahwa meskipun seseorang mungkin tidak bisa menjadi semua yang mereka inginkan, mereka tetap bisa menjadi apa pun yang mereka impikan selama mau berusaha.
Dengan semangat juangnya yang luar biasa, Hany Bee adalah bukti nyata bahwa kerja keras, ketekunan, dan keberanian untuk keluar dari zona nyaman dapat mengantarkan seseorang menuju puncak kesuksesan.
Source image: hany















