Nosel Jakarta- Mengembangkan relasi secara intens. Berbagi nilai bersama. Membuat komunitas kebaikan dan peduli lingkungan yang membuat kenapa jenama kita terasa dekat dan bermakna.
- Mengembangkan relasi secara intens.
Ya kenapa jenama yang rajin selalu berusaha selalu dekat dengan publiklah yang akan jadi unggul.
Tak hanya dalam berkomunikasi saja, namun juga selalu disiplin dalam proses membangun produk atau servisnya.
Bukan sekedar membuatnya “ laku” saja tetapi saja tetapi juga memberi solusi atau kebaikan.
- Berbagi nilai bersama.
Kebersamaan akan menjadi kunci terbangunnya pondasi jenama sekarang dan akan datang. Diperkuat dengan “ data-based”, solid jenama sebagai “ movement” atau gerakan akan berorientasi pada aksi.
Kenapa pada akhirnya empati menjadi elemen penting dalam proses pengembangan jenama. Kalau kita perhatikan hal ini memaksa CEO-CEO perusahaan tak ubahnya seperti seorang aktivis yang memiliki misi baik.
Membuat komunitas kebaikan.
Komunitas yang dibentuk secara otentik dan bukan basa-basi. Berkumpul bersama atau bergerak bersama dengan semangat melakukan sesuatu yang bermanfaat dan menyelaraskan minat serta hati.Komunitas menjadi energi bagi jenama untuk bergerak bersama.
- Peduli lingkungan.
- Dari data kita memiliki peluang untuk membuat kreasi, untuk membangun jenama yang secara bisnis memperbaiki bumi ini.
Karena problem planet ini beserta lingkungannya begitu terbuka. Masalah begitu banyak terpampang.
*** *** ***
Di atas adalah catatan harian singkat dari Hendroko Hendroyono lewat salah satu laman sosial medianya. Sosok yang terkenal sebagai multitalenta karena seabrek julukan dan profesi yang melekat di dirinya, tentu saja berhubungan dengan domain kreatifitas.
Mulai dari menjadi praktisi periklanan, penulis buku, pengusaha kopi, produser film, konten kreator, kreatif storyteller, talented artis dan banyak julukan lainnya. Tapi bolehlah secara general ia sebut sebagai seorang creativepreneurship.
Beberapa gagasannya sekaligus pembuktian bahwa hasil karyanya bisa berjalan, berkelanjutan secara sistem bisnis. Karena biasanya dari sesuatu yang diluar pakem, atau mengejutkan dengan cepat tidak akan berhasil lama.
Pria yang mengaku proses kreativnya terstimulus dari sebuah kedai kopi atau sebuah creative space ini tidak cukup untuk berpuas diri jika satu karya atau gagasannya bisa terealisasikan dan berdampak positif kepada orang banyak.
Kita harus tetap belajar dan bergerak. Harus terus berkembang, dan proses ini tetap memerlukan semangat “ cuci mata”, eksplorasi rasa” atau “ peka telinga”. Agar kita mampu mengalami dan menyelami domain, atau alat untuk menghasilkan gagasan tersebut.
Sangat menarik proses ini. Ada proses membaca dan mengamati apa yang sejatinya dicari orang. Pengalaman apa yang dicari orang.
Eksprensial. Tidak bisa dan bahkan tidak cukup hanya dari referensi buku, atau ilmu masa lalu. Future marketing peluangnya sekali lagi muncul dari kepekaan, dan kejelian membaca “ behaviour”.
Seni atau sensori menjadi bagian yang rada abstrak . Tiada salah dan benar. Harus terus dicari. Dan ia mengatakan bukan ahli, hanya senang saja menjalani.





Beberapa karya Handoko Hendroyono……..
Kini didepan anda sudah sangat familiar, orang banyak memperbincangkan dan bahkan mampir ke sebuah petualangan rasa dari produk imajinasi seorang Handoko Hendroyono seperti ke Filosofi Kopi, Kebun Ide, M Bloc Space, Pos Bloc, buku berjudul Artisan Brand, Fish Eya, film Surat Dari Praha, Filosofi Kopi II dan ratusan karya-karya kreatif lainnya yang tak terbilang.
sumber: Handoko Hendroyono/IG.













