Nosel.id Jakarta- Gabrielle Sane Yuwono berasal dari Bandung coret, tepatnya Kabupaten Bandung Barat daerah industri yang hampir setiap hari diselimuti kemacetan dan polusi.
Namun di balik hiruk-pikuk itu, ia tumbuh dalam keluarga yang cukup, belajar bahwa kenyamanan tidak selalu datang dari lingkungan yang tenang, melainkan dari cara seseorang memaknai hidupnya.
Saat ini Gabrielle tengah menempuh pendidikan Profesi Dokter dan sedang bersiap menghadapi ujian penting.
Di balik jadwal akademik yang padat, ia tetap menyalurkan kreativitasnya sebagai seorang makeup artist.
Dulu ia juga sempat membuka usaha makanan, namun terpaksa berhenti karena sulit membagi waktu antara kuliah, pekerjaan, dan kehidupan pribadi.
Kesibukan itu tidak membuatnya jenuh justru membuatnya merasa hidup dan produktif.
Bulan ini, Gabrielle menjalani program student mobility di Lyon, Prancis.
Selama satu bulan, ia belajar, mengamati, dan menyerap pengalaman baru yang membentuk sudut pandangnya sebagai calon dokter muda Indonesia.
Belajar kedokteran memberikan banyak hal untuknya.
Bukan hanya ilmu anatomi, fisiologi, atau penyakit, tetapi juga pelajaran tentang empati, organisasi, dan kemampuan mengelola diri.

Ia belajar bahwa menjadi tenaga kesehatan bukan hanya soal kompetensi, tetapi juga soal hati.
Namun tentu saja ada dukanya: rasa lelah yang datang bergelombang, biaya pendidikan yang tidak murah, dan kekhawatiran bahwa perjuangan panjang ini kadang tidak dihargai setimpal.
Tapi Gabrielle selalu melihat bahwa sisi gelap itu hanyalah bagian kecil dari perjalanan besar.
Untuk manajemen waktu, ia tidak punya sistem yang rumit.
Prinsipnya sederhana: jangan menunda-nunda. Ketika banyak pekerjaan menumpuk, justru di situlah ia merasa lebih produktif.
Sebaliknya, ketika terlalu senggang, ia justru merasa mudah terjebak dalam rasa santai yang berlebihan.
Dalam hatinya, Gabrielle menyimpan harapan besar.
Untuk dirinya sendiri, ia ingin setiap langkahnya tetap berada di jalan yang telah Tuhan siapkan.
Sebab baginya, selama ia mengikuti kehendak Tuhan, masa depannya pasti terjamin.
Untuk Indonesia, ia berharap bidang kesehatan dan pendidikan bisa semakin maju, karena dua hal itu adalah fondasi untuk melahirkan masyarakat yang sehat, cerdas, dan bermoral.
Pesan Gabrielle sederhana namun sangat dalam lahir dari masa-masa terendah yang pernah ia alami:
“Whenever your steps feel too heavy and you feel like giving up, push through and hold on for just one more day.”
Di saat-saat ia hampir menyerah, ia selalu berkata pada dirinya sendiri: “coba sehari lagi.”
Saat belajar terlalu berat, “coba sehari lagi.”
Saat hidup terasa jatuh, “coba sehari lagi.” Dan hari-hari sulit itu akhirnya terlewati.
Gabrielle adalah bukti bahwa keteguhan hati bukan selalu soal melompat jauh kadang cukup dengan bertahan satu hari lagi.
Satu langkah lagi, sampai akhirnya perjalanan panjang itu membentuk seseorang menjadi lebih kuat dari yang ia kira.
Source image: Gabrielle















