Nosel Bali- Feby Mamuaya aktif sebagai atlet Muaythai dan MMA. Perempuan kelahiran Manado ini besar di Samarinda-Kalimantan Timur. Baginya kampung halamannya memiliki banyak hal indah yang bisa dibanggakannya. Mengenai olahraga, ia mengaku sudah suka olahraga sejak kecil. Sosok yang mempengaruhi kecintaannya pada olahraga adalah Papanya sendiri.
Kecintaannya di bidang olahraga juga membuatnya memiliki karir gemilang di bidang olahraga sebagai atlet MMA (fighter) dan trainer. Ia aktif sebagai seorang trainer di Soma Fight Club, Bali yang merupakan salah satu international Gym terkenal di Pulau Dewata itu.

“Saya sudah menyukai olahraga karena Papa saya pecinta olahraga waktu kecil saya sangat suka bermain badminton dan jogging bersama Papa dan teman-teman saya itu yang mendorong saya hingga saat ini untuk mencintai olahraga,” kenang Feby.
Lebih lanjut ia menceritakan awal mula menjadi fighter di MMA dan berlatih Muaythai dan MMA adalah karena temannya. Dimulai ketika pandemi Covid-19 melanda dunia, Feby tidak bisa berlatih di stadium.
Pada saat itu, ia melihat postingan temannya di sebuah gym berlatih Muaythai dan MMA. “Saya tertarik untuk mencoba tetapi sebelumnya hanya sebagai hobby. Lambat laun saya diajak ikut fight oleh pelatih saya dan saya mengikuti event di SOMA FIGHT NIGHT Pertama. Mulai dari situ saya tertarik dengan SOMA dan mengikuti seleksi fighter di Soma untuk mendapat beasiswa berlatih di SOMA dan Puji Tuhan saya terpilih sebagai pemenang,” papar Feby.

Mulai dari SOMA, Feby lanjut mengikuti event fighting lain seperti CANGGU FIGHT NIGHT, SOMA FIGHT NIGHT, BFN di Jakarta serta One Pride MMA. Pelatih Feby di Samarinda adalah Abang Riky Ambon.
Ketika ia pindah ke Bali, ia mendapatkan pelatih internasional, tak tanggung-tanggung ada empat pelatih khusus untuk Feby. “Untuk Headcoach ada Coach Mike, pelatih BJJ saya saat ini coach Marcelo, pelatih MMA ada coach Yousef. Terkadang ada Coach Luke untuk MMA dan boxing untuk pelatih boxing saya,” ungkap Feby. Khusus untuk melatih boxing, Feby percaya pada Coach Artem.
Feby mengaku memiliki idola. Fighter idola Feby di Muaythai, MMA adalah Stamp Fairtax. Sedangkan di One Champion da UFC ada Alexa Grasso. Kemudian untuk Kick Bozing, Feby mengidolakan Tiffany Van Soest.“Saya sangat meyukai cara mereka bertanding diatas ring maupun octagon. Mereka adalah sumber inspirasi saya. Saat melihat style mereka bertanding saya merasa sangat termotivasi,” ungkap Feby.
Feby berhadap ke depannya bisa menjadi champion di ajang nasional maupun internasional. “Saya sangat berharap bisa go international dan mendapatkan sabuk di One Pride.”
Feby menyadari bahwa menjadi fighter berarti juga berhadapan dengan pro kontra mengenai olahraga ini. Feby tahu bahwa lingkungan kampung halamannya dan keluarganya menganggap profesinya sebagai fighter hanya untuk laki-laki. “Saya sebagai perempuan tidak pantas menjalankan profesi ini. Tapi menurut saya itu salah. Zaman sekarang kesetaraan gender juga penting,” hentak Feby.
Feby berkeyakinan bahwa perempuan tidak melulu harus melakukan pekerjaan rumah saja atau mungkin hanya bisa menjadi ibu rumah tangga yang tidak tahu bagaimana cara melindungi diri dari bahaya.

Menurut Feby MMA atau Muaythai juga sangat bagus untuk perempuan khususnya untuk melindungi diri. “Semakin banyaknya kasus kekerasan kepada perempuan ya perempuan membutuhkan setidaknya basic cara melindungi diri dan menurut saya itu sangat penting untuk perempuan zaman sekarang.”
Selain untuk melindungi diri, menurut Feby olahraga Muaythai juga sangat baik untuk meningkatkan rasa percaya diri serta memperbaiki masalah mental yang mungkin dimiliki oleh beberapa perempuan karir diluar sana.
“Karena saya juga merasakan sendiri bagaimana hidup dan pola pikir saya diubah setelah mencoba menggeluti olahraga ini. Jadi sebenarnya banyak dampak positif yang bisa didapat perempuan-perempuan di luar sana yang mungkin mau mencoba olahraga ini. Olahrga ini memamg keras tapi bukan berarti perempuan tidak bisa menggelutinya.”
Feby mendukung perempuan untuk bisa melindungi diri sendiri. Maka dari itu ia berpesan agar semua perempuan jangan takut mencoba hal-hal baru dan keluar dari zona nyaman. Jangan takut untuk berlatih Muaythai, kick boxing atau MMA karena kita tak akan tahu kejahatan bisa terjadi dimana saja dan kalau itu terjadi setidaknya kita kaum hawa bisa melindungi diri kita sendiri di era independent women saat ini.
Untuk perempuan-perempuan di luar sana yang mungkin memiliki masalah mental health bisa mencoba olahraga seperti ini untuk membantu dalam memperbaiki hati dan pikirannya daripada harus mengkonsumsi berbagai obat dan ke dr. Psikolog.
“Nikmati proses dan rasa sakitnya, sekalipun kamu tidak dapat melihat apa yang di depan. Terus berdoa, percaya dan berusaha, Seperti Tuhan bilang karena masa depan sungguh ada dan harapan tidak akan hilang, jadi tetap lakukan yang terbaik dalam hidupmu dan jangan pernah menyerah.”
source image:














