Farah Dishara, Jadi Seorang Poundpro Bukan Hanya Tentang Olahraga Tapi Juga Tentang Pertumbuhan Diri

Nosel.id Jakarta- Farah Dishara, seorang perempuan inspiratif yang lahir di Jakarta Selatan, namun tumbuh besar di Cileungsi dan Bogor, tempat di mana ia mengalami berbagai fase kehidupan mulai dari jatuh, bangkit, hingga menemukan jati diri.

Kota-kota ini bukan sekadar tempat tinggal baginya, tetapi juga saksi bisu perjuangan dan perjalanan yang membentuknya menjadi sosok yang penuh semangat.

Lulus sebagai Sarjana Ilmu Komunikasi pada tahun 2018, Farah memulai kariernya di industri media dan komunikasi.

Ia pernah bekerja di Kompas TV, TV One, ASTRA Asuransi, hingga terakhir sebagai Marketing Communication (Markom) di Penerbit Erlangga Grup (Eureka).

Namun, segalanya berubah ketika ia menjadi seorang ibu. Saat cuti melahirkan, ia merasakan betapa sulitnya meninggalkan anak, dan akhirnya memutuskan untuk tidak melanjutkan karier kantoran.

Meski memilih fokus sebagai ibu rumah tangga, Farah tetap aktif dan tidak bisa diam. Sejak kecil, ia sudah terbiasa berjualan, mulai dari makanan hingga barang dagangan lainnya.

Kegemarannya dalam berwirausaha terus berkembang, hingga akhirnya ia menemukan passion baru di dunia olahraga, khususnya Poundfit.

Awalnya, Farah bukanlah orang yang gemar berolahraga. Namun, ketika ia pertama kali mencoba Poundfit, ia langsung jatuh cinta. Kegemarannya ini tidak hanya sebatas hobi, tetapi juga berkembang menjadi sesuatu yang lebih serius.

Ia kemudian mengambil lisensi Poundpro, yang memungkinkannya menjadi instruktur Poundfit profesional.

Selain mengajar Poundfit, ia juga mengembangkan bisnis dengan menjual kaos Poundfit dengan desainnya sendiri serta makanan ringan seperti cireng.

Menjalani dua peran sebagai ibu dan pengusaha tentu tidak mudah, tetapi Farah menikmati setiap prosesnya.

Seperti perjalanan lainnya, menjadi instruktur Poundfit pun memiliki tantangan. Ada momen di mana kelas sepi, bahkan teman-teman yang dulu mendukungnya menjadi Poundpro ternyata tidak pernah datang ke kelasnya.

Namun, hal itu tidak menyurutkan semangatnya. Baginya, menjadi seorang instruktur adalah sebuah pencapaian yang membuatnya terus berkembang.

Dalam bisnis pun, ia menghadapi tantangan, terutama ketika kesibukan rumah tangga membuat produksi cirengnya terbengkalai.

Namun, ia tetap bersyukur karena setiap tantangan adalah bagian dari proses menuju kesuksesan.

Bagi Farah, menjadi seorang Poundpro bukan hanya tentang olahraga, tetapi juga tentang pertumbuhan pribadi.

Statusnya sebagai instruktur membuatnya terus berusaha menjadi lebih baik, baik secara fisik maupun mental.

Kisah Farah Dishara adalah bukti bahwa perubahan dalam hidup bukanlah akhir, melainkan awal dari perjalanan baru.

Dengan semangat dan kerja keras, ia terus melangkah maju, menjalani peran sebagai ibu, pengusaha, dan instruktur dengan penuh dedikasi.

 

Source image: farah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *