Era Suwandi: Menjalani Hidup dengan Hati, Tumbuh Bersama Keluarga dan Perjalanan

Nosel.id Jakarta- Bagi Era Suwandi, hidup bukan sekadar tentang berpindah tempat, melainkan tentang bagaimana setiap fase membentuk dirinya menjadi pribadi yang kuat, hangat, dan penuh syukur.

Lahir dan besar di Surabaya, Era tumbuh dalam keluarga sederhana yang dipenuhi cinta.

Sebagai salah satu dari lima bersaudara, ia merasakan bagaimana peran ayah sebagai pencari nafkah dan ibu sebagai sosok yang sepenuh hati mengurus rumah tangga, menjadi fondasi kuat dalam hidupnya.

Masa kecilnya di kampung Surabaya dipenuhi kenangan indah—bermain bersama teman-teman, merasakan kehangatan lingkungan sekitar, hingga menjalin hubungan yang tetap terjaga dengan tetangga lama hingga hari ini.

Perjalanan hidupnya kemudian membawanya keluar dari zona nyaman. Setelah menikah, pada tahun 2005 ia memulai babak baru di Bali.

Pulau dengan dinamika dan peluang yang berbeda itu memberinya banyak pengalaman berharga, sebelum akhirnya di tahun 2020, di tengah awal pandemi Covid-19, ia kembali pulang ke Surabaya, kembali pada tempat yang selalu terasa seperti rumah.

Kini, Era aktif menekuni dunia food and beverage (FnB) dengan mengikuti berbagai event bazar, baik yang diselenggarakan oleh instansi pemerintah maupun swasta.

Baginya, pekerjaan ini bukan hanya soal berjualan, tetapi juga tentang membangun relasi, memperluas jaringan, dan terus belajar dari setiap pengalaman.

Ia menikmati setiap proses yang dijalani. Bertemu dengan orang-orang baru, berbagi cerita dengan sesama pelaku usaha, hingga mendapatkan informasi dan peluang baru menjadi bagian yang paling ia syukuri.

Meski demikian, tantangan tetap ada terutama ketika harus menghadapi event yang tidak berjalan sesuai harapan.

Kalau event zonk karena EO kurang profesional, ya pasti berpengaruh ke pemasukan,” ujarnya sambil tertawa ringan.

Namun, Era memilih untuk tidak larut dalam keadaan. Ia memegang satu prinsip sederhana namun kuat: tetap menjaga energi positif.

Stay positive vibes, supaya yang datang ke kita juga hal-hal baik,” ungkapnya.

Di balik kesibukannya, Era adalah seorang ibu yang penuh kebanggaan. Anak pertamanya kini menempuh pendidikan di Universitas Airlangga jurusan Ilmu Politik, dengan passion besar di dunia perfilman sebagai sutradara.

Beberapa karya film lokal telah berhasil ia ciptakan, sebuah pencapaian yang tidak hanya membanggakan, tetapi juga menjadi bukti bahwa mimpi bisa diwujudkan sejak dini.

Sementara itu, anak keduanya yang masih duduk di bangku SMP kelas 9 telah menunjukkan prestasi sebagai atlet panahan di tingkat Surabaya dan Jawa Timur.

Harapan besar pun tersemat agar kelak ia bisa mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional.

Di tengah semua peran yang dijalani, Era tidak memiliki harapan yang muluk. Baginya, satu hal yang paling penting adalah kesehatan.

Yang penting tetap sehat. Karena dengan sehat, kita bisa terus berkarya dan beraktivitas,” tuturnya sederhana, namun penuh makna.

Menutup kisahnya, Era menyampaikan pesan yang terasa dekat dan relevan bagi siapa pun yang sedang menunda langkah:

Mulai aja dulu. Nggak harus sempurna, yang penting terus jalan. Jangan menunggu waktu yang tepat, karena waktu yang tepat adalah sekarang.”

Sebuah pengingat bahwa perjalanan besar selalu dimulai dari langkah kecil—dan keberanian untuk memulai adalah kunci dari segalanya.

 

Source image: era