Nosel.id Jakarta- Jakarta menjadi saksi perjalanan hidup Elyse Amanda, seorang perempuan yang tumbuh dengan masa kecil cukup indah namun meninggalkan ruang kosong dalam hatinya.
Sosok ayah sebenarnya ada, tetapi tidak pernah benar-benar hadir.
Baginya, keberadaan sang ayah terasa seperti tamu yang sesekali datang dan pergi tanpa kedekatan, tanpa kehadiran yang ia butuhkan.
Meski demikian, Elyse belajar membentuk ketangguhan dari batasan-batasan itu, tumbuh menjadi perempuan yang mandiri dan tahu bagaimana menjaga dirinya sendiri.
Menapak dewasa, Elyse menjelma menjadi seorang marketing manager profesional.
Saat ini ia tengah mengambil career break untuk memberi ruang bernapas, memulihkan energi, dan menata ulang arah hidup.
Selama ini, sebagian besar pekerjaannya dilakukan secara remote, sebuah gaya kerja yang memberinya kebebasan dan fleksibilitas luar biasa.
Ia bisa bekerja dari mana saja, kapan saja, seolah dunia menjadi ruang kerjanya.
Namun di balik kenyamanan itu, Elyse sadar bahwa kerja remote membutuhkan satu hal penting: disiplin.
“Karena bukan kerja kantoran, jadi aku HARUS disiplin ngatur waktu sendiri,” ujarnya.
Kemudahan bekerja dari mana saja sering kali membuat seseorang terlena, tetapi Elyse memilih untuk tetap memiliki batasan, ritme, dan tanggung jawab.
Justru dari sistem kerja seperti ini, ia mendapat lebih banyak waktu untuk merawat diri baik secara fisik maupun mental.

Kecintaannya pada dunia fitness dan wellness menjadi fondasi gaya hidupnya. Ia percaya bahwa tubuh dan pikiran adalah aset paling berharga yang kita miliki.
“Sesibuk-sibuknya kita, tetap harus jaga diri dengan olahraga dan makan sehat,” katanya.
Bagi Elyse, merawat diri bukan sekadar aktivitas sampingan, melainkan prioritas hidup.
Selain menjaga tubuh, ia juga menyadari bahwa mental health tak kalah penting.

Mendengarkan podcast saat commute, membaca hal-hal yang menginspirasi, atau sekadar mengambil waktu untuk rehat sejenak adalah bentuk dari self-care yang tidak boleh dilupakan.
Kini, di tengah masa istirahat kariernya, Elyse hanya berharap satu hal: semoga semuanya berjalan lancar.
Ia terus belajar mendengarkan dirinya sendiri, menata masa depan dengan lebih jernih, dan terus bertumbuh menjadi versi terbaik dari dirinya.
Perjalanannya mengajak banyak perempuan untuk menyadari satu hal penting bahwa self-discipline, self-care, dan self-worth adalah tiga kekuatan yang mampu mengubah hidup.
Source image: elsye










